Terkait Dugaan Pembunuhan Mahasiswi STIM, Polisi Periksa ‘Orang-Orang Dekat’

YOGYAKARTA – Kasus meninggalnya mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Managemen (STIM) YKPN Yogyakarta, Rany Astkilia (22), yang diduga menjadi korban pembunuuhan masih dalam penyelidikan Polres Sleman.

Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin mengungkapkan, selain menunggu hasil visum dari RSUP Dr. Sardjito, Penyidik Polres Sleman hingga hari ini, sudah menghimpun keterangan dari sejumlah saksi orang-orang dekat korban yang masih duduk di semester tiga STIM tersebut.

“Saksi-saksi sudah kami mintai keterangan,” tuturnya kepada wartawan, Sabtu (13/09/2014).

Saksi yang sudah dimintai ketrangan Diantaranya, temanteman korban satu kos di kawasan Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, teman kampus, termasuk juga teman pria (pacar) korban.
Menurutnya, saksi yang sudh diperiksa sekitar sepuluh orang.

“Kemungkinan saksi masih akan bertambah,” imbuhnya.

Sementara keluarga korban berharap polisi segera bisa mengungkap kasus yang menyebabkan Rany meninggal. Paman Rany, Jafar Sodik mengatakan dari informasi yang didapat, beberapa orang yang dicurigai sudah diamankan untuk dimintai keterangan di Polres Sleman. Namun secara pasti pihaknya belum mengetahui siapa saja yang sudah diperiksa dan diamankan.

“Kami mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, kami berharap semoga segera terungkap, dan pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” ucapnya.

Di mata keluarga, Rany adalah anak yang baik, dan tidak pernah membuat masalah di keluarga. Teman-temannya juga banyak. Korban terakhir kali pulang ke rumah dan berkumpul dengan orang tuanya, Minggu (7/9/2014) sore. Sedangkan kontak terakhir Senin (8/9/2014) malam yang mengabarkan bahwa korban sedang sibuk mengikuti kegiatan di kampus.

Sekadar mengingatkan, Rany yang merupakan Dusun Randugunting, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang tersebut ditemukan meninggal dalam kondisi tanpa busana di kolam kering area persawahan Dusun Kanoman RT 03/05, Banyuraden, Gamping, Rabu (10/9/2014) pagi.

Di tubuh mahasiswi semester tiga Sekolah Tinggi Ilmu Managemen (STIM) YKPN Yogyakarta itu terdapat beberapa luka bekas sayatan benda tajam. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.