Langkah Konkret Hadapi MEA, Karya Bagi Negeri Mantapkan Mitra Wirausaha Binaan

YOGYAKARTA – Komunitas wirausahawan muda yang terhimpun dalam ‘Karya Bagi Negeri’ (KBN) bersama jajaran jogjakartanews.com (PT. Media Wartatama Berdikari) group PT. Karya Buana Nusantara, memantapkan wirausahawan yang telah menjadi mitra binaannya.

KBN melakukan penandatanganan pembaharuan kontrak kerjasama dengan Kedai ‘ARACELY’yang sebelumnya sempat bernama Kedai Pinggir Kota (KPK). Materi pembaruan kontrak diantaranya adalah penambahan penyertaan modal dari KBN untuk mengembangkan Kedai ‘ARACELY’.

Menurut Direktur KBN, Aristianto Zamzami, S.Pd, pembaruan kontrak kerjasama dengan Kedai ARACELY yang berlokasi di Jl. Turangga Sari, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah wujud apresiasi terhadap keseriusan owner dan pengelola Kedai ARACELY yang masih berstatus mahasiswa dalam berwirausaha.

“Selain itu pembaruan kontrak kerjasama dengan para wirausahawan mitra binaan KBN adalah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang akan dimulai 2015 mendatang. Jadi bagi KBN saat ini yang lebih konkret untuk menghadapi MEA adalah bagaimana membentuk dan mengembangkan wirausaha,” ungkap Aristianto yang saat dihubungi jogjakartanews.com, Sabtu (11/10/2014) berada di Palangkaraya Kalimantan Tengah untuk mengikuti program ASEAN Unity yang diselenggarakan PB HMI.

Dikatakan Direktur PT. Karya Buana Nusantara sekaligus Direktur PT. Media Wartatama Berdikari ini, event MEA meniscayakan antar Negara di Asia Tenggara saling bersaing dalam bidang ekonomi. Sehingga, kata dia, dalam menghadapi MEA sesungguhnya yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat untuk bisa mandiri dalam usaha, tidak tergantung dengan subsidi pemerintah, apalagi subsidi Asing.

Menurutnya, sosialisasi MEA seharusnya tidak sekadar melalui diskusi dan seminar saja, atau sekadar memeberikan wacana. Akan tetapi, kata aktivis yang akrab disapa Zami ini, juga harus diakselerasi dengan pembentukan dan pembinaan agar masyarakat benar-benar bisa bersaing dengan Negara lain, salah satunya dengan mendorong terciptanya wirausahawan-wirausahawan baru.

“Itulah yang telah kami lakukan di KBN. Tidak hanya seminar atau sosialisasi, tapi setelahnya mendorong pesertanya untuk berwirausaha dan diberikan dana stimulan, lalu dibina sekaligus diadvokasi agar usahanya maju. Jangan sampai proyek-proyek sosialisasi MEA yang menggunakan anggaran besar justru mubazir, karena tak ada hasil konkret. Masyarakat tak cukup hanya tahu apa itu MEA, tapi yang lebih penting adalah bisa mengaplikasikan strategi menghadapi MEA,” tukas Aristianto yang juga aktif di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Departemen Kewirausahaan.

Sementara owner Kedai ‘ARACELY’, Pandu Septa Nugraha mengatakan dengan menjadi mitra binaan KBN, dia dan teman-temannya semakin optimistis bisa berwirausaha secara mandiri.

“Insya Allah, kami optimis bisa mengembangkan wirausaha ini. Sebab kerjasama dengan KBN dasarnya adalah Ibadah untuk memberdayakan diri kita dan masyarakat. Jaminannya hanya kepercayaan dan komitmen bersama untuk memberikan sumbangsih nyata terhadap negeri dengan berjuang mewujudkan kemandirian ekonomi. Ini juga langkah konkret menghadapi MEA. Mudah-mudahan akan semakin banyak wirausahawan-wirausahawan yang dicetak KBN,” ungkap mahasiswa FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM) yang juga menjabat Ketua Umum HMI Cabang Bulak Sumur ini. (ian)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.