BBM Belum Naik, Lpg 3 Kg Langka, Harga Sembako Mulai Naik

SLEMAN – Hampir sepekan lebih kelangkaan gas Lpg 3 Kg terjadi di sebagian wilayah Sleman, DIY. Selain dikeluhkan karena sulit didapatkan, gas subsidi pemerintah tersebut mengalami kenaikan harga di tingkatan pengecer.

“Sekarang harganya Naik. Biasanya saya beli Rp 15.000, sekarang Rp 17.000. Itupun nyarinya susah. Tadi mau beli dua kata penjualnya, sudah habis dan baru ada minggu depan,” ujar Tonah (40) ibu rumah tangga warga Tirtomartani, Kalasan, Sleman kepada jogjakartanews.com, Sabtu (15/11/2014).

Dikatakan Tonah, tak hanya kelangkaan dan kenaikan harga gas lpg 3 kg di tingkat pengecer, sepekan terakhir yang dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga di daerahnya, namun juga kenaikan harga bahan kebutuhan pokok rumah tangga seperti telur, beras, bawang merah, dan cabai.

Menurutnya, harga telur yang tadinya Rp 16.000/kg sekarang 18.000/kg. Beras IR biasanya Rp 7.500/kg, sekarang Rp 8.500/kg.

“Beras malah ada yang jual Rp 9000 per kilo di warung. Ini malah cabai sudah mahal barangnya langka. Nanti gimana kalau harga BBM naik? Pasti lebih mahal lagi,” ujarnya.

Terpisah, pemilik pangkalan gas di wilayah Kalasan, Sleman, Nur Hadi (45) mengatakan, kelangkaan gas ukuran 3 kg di tingkat pengecer karena adanya pengurangan jatah pasokan dari agen ke pangkalan. Saat ini jatah pasokan dibatasi, dari sebelumnya 70 tabung menjadi 50 tabung saja, itupun datang setiap lima hari sekali.

“Besok, Selasa baru ada kiriman lagi. Itu di belakang masih banyak yang belum diidi,” katanya, Sabtu (15/11/2014)

Selain karena ada pengurangan jatah, kelangkaan gas 3 kg juga akibat naiknya gas ukuran 12 kg beberapa waktu lalu.

“Kemungkinan karena adanya kenaikan harga gas 12 kg, jadi orang sekarang pakainya yang 3 kg,” ujarnya.

Meski ada sedikit pengurangan jatah, namun belum ada kenaikan harga.

“Harganya belum naik, untuk ke pengecer kita jual tabung 3 kilo tetap Rp 15 ribu,” katanya.

Sementara terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, menurut penjual sembako, ibu Tini (40) di Tirtomartani, Kalasan, kenaikan harga kebutuhan pokok juga terjadi sejak sekitar sepekan terakhir ini. Menurutnya kenaikan harga sembako mungkin juga karena menjelang hari raya Natal.

“Di pasar sendiri sudah naik sejak sepekan yang lalu. Harga telor misalnya, yang tadinya saya ambil per kilo Rp 15.000/kg  sekarang naik Rp 17.000/kg,” pungkasnya. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.