Musprov XIII KNPI Jateng ‘Lawakan’ HMI Walk Out

KEBUMEN– Agenda Musprov KNPI Jateng XIII yang berlangsung di Hotel Candisari pada tanggal Sabtu (13/12/2014) –Minggu (14/12/2014) diwarnai aksi walk out Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Jateng-DIY. Mereka menilai dinamika forum yang sudah berjalan, tidak sehat.

“Contohnya Laporan Pertanggung Jawaban terkait keuangan ditiadakan, selain itu proses pandangan umum yang menjadi forum untuk menyampaikan aspirasi dari masing- masing OKP dan DPC hanya diwakili dari 4 orang yang mewakili dua golongan,” ujar Ketua Umum BADKO HMI Jateng DIY, Khusnul Imanuddin, dalam keterangan pers, Minggu (14/12/2014).

Menurut Khusnul, fungsi Musprov KNPI malah seperti forum lawakan karena tidak ada dialektika yang terbangun dari peserta musprov. Kepanitiaan yang seharusnya menjalankan mekanismenya untuk menghidupkan forum, kata dia, ternyata ditengarai sudah “dibeli” oleh pihak-pihak tertentu untuk mempercepat agenda musprov.

“HMI sebagai bagian dari kelompok Cipayung yang mendirikan KNPI akan terus melakukan perlawanan. Kami tidak rela jika KNPI hanya dipakai sebagai alat untuk melakukan pembodohan OKP, karena itu di Musprov kali ini Badko HMI tidak akan mengeluarkan rekomendasi untuk calon manapun,” tegas Khusnul.

Sementara menurut Sekretaris Umum HMI Badko Jateng-DIY, Husnul Mudhom, Forum Musprov ini sungguh mencederai demokrasi. Laporan pertanggung jawaban yang seharusnya dijadikan sebagai ajang evaluasi untuk memperbaiki KNPI ke depan ternyata hanya menjadi forum untuk mengamankan kepengurusan yang lama.

Belum lagi, imbuh Husnul Mudhom, Sidang Pleno III yang membahas rekomendasi- rekomendasi Internal dan eksternal juga ditiadakan dan langsung dilanjutkan ke pemilihan Ketua Umum KNPI Jateng periode 2014- 2017. Padahal, kata dia, dari rekomendasi itu lah yang akan menjadikan sumbangsih perbaikan KNPI ke depan.

“Kami pengurus HMI punya harapan yang besar terhadap KNPI ke depan. Bagaimana mungkin KNPI ke depan akan menjadi lebih baik kalau dihasilkan dari forum yang tidak demokratis. Bqgaimana akan memilih ketua umum yang berkualitas jika forum yang terjadi sifatnya abal-abal. Forum musprov hanya menjadi ajang main-main yang tidak jelas,” tekan Husnul Mudhom.

Sebagai bagian dari pengawalan terhadap Musprov, maka Badko HMI menginstruksikan kepada seluruh HMI Cabang yang berada pada setiap kota dan kabupaten di Jateng-DIY untuk mengawasi dan mengkritisi KNPI di wilayahnya masng-masing sebagai upaya penyelamatan KNPI.

“Agenda Musprov KNPI kali ini memang terkesan dipaksakan, sampai pada pembukaan acara banyak juga OKP dan DPC yang belum mendapatkan undangan. Sosialisasi acara ini pun dianggap kurang oleh para peserta. Belum lagi jadwal pelaksanaan Musprov KNPI hanya memakan waktu satu malam saja tentunya makin menambah kejanggalan,” tekan Husnul Mudhom.

Dikabarkan karena hanya satu kandidat ketua yang memenuhi kriteria pencalonan, akhirnya forum memilih secara aklamasi. Satu kandidat tersebut adalah Bintang Yudha Daneswara, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua KNPI Jateng. (pr/hmi)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.