Selamatkan Serayu dan Ekonomi Pedesaan, FPB Bersama Gubernur Tebar Bibit Ikan Dewa

BANYUMAS  – Forum Peduli Banyumas (FPB)  bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menebar bibit Ikan Dewa di Sungai Serayu, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jumat (21/08/2015) siang.

Menurut Ganjar, menebar Ikan Dewa merupakan salah satu upaya menjaga ekosistem sungai Serayu yang saat ini perlu diselamatkan.

“Sungai serayu adalah berkah dari Allah SWT kepada rakyat Banyumas. Sampean semua para kadang tani sing oleh berkahe, (Anda semua saudara-saudara petani yang mendapat berkahnya, red)” tutur Ganjar dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar juga menekankan agar warga di sekitar bantaran Sungai Serayu melaksanakan program 3M. Dijelaskan Ganjar, M pertama, yaitu  Mundur. Artinya, rumah jangan melampaui garis sepadan sungai. M yang kedua adalah  Mili (mengalir, red), maksudnya agar jangan membuang sampah ke sungai sehingga airnya tidak mengalir. Kemudian M yang ketiga adalah Munggah (naik, red),  

“Agar sungainya bisa menampung air lebih banyak dan bersih, maka harus menghindari kerusakan lingkungan agar tidak terjadi erosi dan sedimentasi yang dapat mendangkalkan bantaran sungai.  Jangan lupa tanam pohon supaya bantaran kali tetap terjaga. Nah faham sedulur kabeh?”  kata Ganjar kepada masyarakat yang hadir.

Usai memberikan sambutan tepat pukul 14.00 Wib, Ganjar menebar benih Ikan Dewa di tengah sungai dengan menaiki perahu jukung didampingi Bupati Banyumas Achmad Husen, wakil Bupati Banyumas dr. Budi Setiawan beserta jajaran, dan sesepuh FPB Sunarto Hadiprayitno.

Sementara menurut Sunarto, benih Ikan Dewa yang disebar sekitar 10.000 ekor dengan berbagai ukuran, hasil dari tempat pembudidayaan di Cilongok yang dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli putera aseli Banyumas. Diperkirakan  ikan-ikan yang disebar akan dapat dipanen pada usia 1 hingga 2 tahun kedepan.  Ikan Dewa memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sebab proses pembudidayaannya cukup panjang.

“Bibit diambil dari sungai-sungai di kawasan Banyumas, lalu dibesarkan dan dijinakan untuk indukan. Selain itu juga memerlukan perencanaan yang matang, salah satunya karena sarana pemeliharan dengan air yang mengalir.   Dari pengembangbiakan hingga pembesaranya sangat diperperlukan kesabaran dan ketekunan. Budi daya di Cilongok sendiri baru berhasil dua tahun belakangan ini,” jelasnya.

Terkait prospek bisnis, Sunarto menjelaskan, dari data yang ada harga ikan Dewa di kota-kota besar sperti Jakarta, Bandung, Medan dan Surabaya saat ini berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. 

“Tantu dengan demikian harapan tumbuh kembangnya ekonomi pedesaan dari sektor perikanan darat dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dikemudian hari. Kami juga berharap Ikan Dewa bisa menjadi ikon produk pertanian dan perikanan darat Banyumas khususnya dan Jawa Tengah umunya,” pungkas Sunarto. (vin)

Redaktur: Syarifudin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.