Di Yogyakarta, SBY Serukan Introspeksi Untuk Hadapi Pilkada 2017

YOGYAKARTA – Perolehan suara Partai Demokrat  yang merosot  tajam dalam Pemilu 2014 silam, terus menjadi bahan  evaluasi partai besutan Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Momentum Pilkada serentak 2017, Pilkada 2018, dan pemilu 2019, akan menjadi fokus membangun kembali Partai Demokrat.

Dalam lawatan politik  ke Yogyakarta semalam, Minggu (13/03/2016), SBY menyerukan konsolidasi internal untuk menyiapkan momentum Pilkada serentak 2017. Untuk wilayah DIY, Pilkada Kota Yogyakarta  dan  Kulonprogo 2017, SBY berharap  Demokrat  diharapkan akan memanfaatkannya sebagai arena membangun kembali partai Demokrat.

“Mari dengan kesadaran, kita lakukan dengan sunguh-sunguh, dengan intensif bagaimana pembangunan partai kembali menuju Pilkada2017, Pilkada 2018, dan pemilu 2019,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, SBY,  di Hotel Quality Yogyakarta, semalam.

Menurutnya, Demokrat pernah pernah berhasil di tahun 2004 dan 2009 dalam pemilu, bahkan sampai menguasai kursi parlemen (DPR).Menurutnya prestasi tersebut akan bisa diraih kembali dengan introspeksi dan kerja keras seluruh elemen partai.

“Mari kita lakukan introspeksi, siapa yang pandai dan mau introspeksi, mereka yang akan berhasil, karena tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” kata SBY di hadapan para kader dan petinggi partai Demokrat Jateng-DIY.

SBY mengakui pada pemilu 2014 secara nasional suara Demokrat memang menurun. Namun, kata dia daerah yang perolehannya terjun bebas adalah DIY dan Jateng.  Akan tetapi SBY juga mengatakan di beberapa daerah seperti di Papua dan Bali, yang konon dikuasai partai lain, justru suara Demokrat perolehan suaranya baik.

“Ketika perolah suara nasional kita tirun, di Bali bisa naik 1,5 persen,” jelas SBY yang nampak didampingi Ibu Any Yudhoyono, Syarif Hassan (Mantan Menkop dan UKM), dan Roy Suryo (Mantan Menpora).

Menurutnya di DIY dan Jateng memang  tidak mudah, karena ada parpol yang sangat kuat . Namun ia optimistis hal itu bukan berarti Demokrat  tidak memiliki kans mendapat suara tinggi dalam Pemilu mendatang, sejauh struktur pengurus partai mampu melakuan intropeksi dan pembenahan dengan sunguh-sunguh dan intensif.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengapresiasi  Bupati Pacitan, Indartato yang  kembali terpilih dalam Pilkada seremtak 2015 yang lalu.

“Saya undang, kebetulan sedang ada di Yogyakarta, bupati terpilih Pacitan, saudara Indarto silahkan berdiri. Kemarin terpilih kembali dengan perolehan 78,9 persen. Pacitan ya terus terang, kota kelahiran saya. Pak Indartato ini adik kelas saya SMP, tapi kalau tidak kita rawat baik-baik, ya bisa menurun. Jadi percayalah, Yogya dan Jateng bisa bangkit kembali,” tukasnya.

“Pesan saya, turunlah saudara ke grass root, dengarlah suara rakyat, perdulilah pada suara rakyat, dan ikut mencari solusi,” tegas SBY. (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.