Basarnas dan UGM Tandatangani MoU Penanganan Bencana

YOGYAKARTA – Badan SAR Nasional (BASARNAS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penanganan bencana. Beberapa pion kerjasama antara Basarnas dan UGM antara lain penyelenggaraan pelatihan simulasi tanggap bencana untuk mahasiswa, sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat tentang SAR, pendidikan dan pelatihan SAR, operasi SAR, peningkatan kompetensi SDM dan lainnya.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor UGM Yogyakarta, Dwikorita Karnawarti dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, Kamis (12/05/2016) kemarin.

Dalam keterangan Pers Basarnas Kantor SAR DIY yang diterima redaksi, Jumat (13/05/2016), sebelum penandatanganan MoU, Kabasarnas, Soelistyo mengisi kuliah umum di Lantai III Ruang Multimedia, Kampus Pusat UGM Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Kabasarnas lebih menerangkan hal-hal terkait penanganagan kebencanaan yang sudah dilaksanakan oleh Basarnas selama ini

“Kurang pas kalau kuliah umum, banyak orang-orang pintar disini. Saya berbagai pengalaman saja,” kata Soelistyo.

Menurutnya, kemampuan personel Basarnas tak diragukan dalam proses pencarian dan penyelamatan, baik di darat maupun laut. Bahkan, dengan peralatan yang dimiliki, Basarnas mendapat rangking nomor tujuh dunia dalam misi sosial kemanusiaan itu.

Meski demikian, dia mengaku dalam managemen bencana masih ada kekurangan. Sebagai contoh dalam managemen ketika melakukan operasi penyelamatan.

“Jumlahnya personel banyak, semua terampil, memiliki skill yang hebat. Tapi kalau tidak diatur dengan baik, kemampuan yang dimiliki tidak optimal dimanfaatkan,” katanya.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan sinergi dengan Perguruan Tinggi. Harapannya, pemilikiran teoritis tentang managemen bencana yang dimiliki ilmuwan bisa diimplementasikan oleh Basarnas.

“Di UGM banyak ahli yang tahu bagaimana melakukan manajemen bencana, mengatasi bencana dan atisipasi bencana, Basarnas membutuhkan itu,” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Paripurna mengaku sangat bangga dengan kerjasama ini. Menurutnya tugas Basarnas sangat mulia, karena memberi pertolongan kepada sesama disaat ada musibah, terutama musibah besar.

“Ketika ada musibah, Basarnas tak banyak bicara, langsung kerja dengan profesional,” katanya. (kt1)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.