Panglima: TNI Tidak Boleh Menyakiti Hati Rakyat

YOGYAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-71 hari ini, (05/10/2016)  dirayakan dengan sederhana oleh jajaran Kodim 0734/Yogyakarta. Upacara peringatan dihelat di lapangan Makodim 0734/Yogyakarta diikuti oleh seluruh anggota Kodim, PNS Kodim 0734/Yogyakarta dan Minvetcad. Bertindak selaku Inspektur Upacara Kasdim 0734/Yogyakarta Mayor Inf. Mohamad Munasik, S.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Irup membacakan  amanat tertulisnya Panglima TNI. Dalam amanatnya, Panglima menuturkan, momentum HUT TNI ke-71 tahun ini hendaknya sebagai pengingat bangsa Indonesia, bahwa TNI lahir sebagai garda terdepan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI saat ini, kata Panglima, hendaknya kembali kepada jati dirinya sebagai sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

“Untuk itu, saya mengapresiasi tema  HUT TNI ke 71,  yaitu “Bersama Rakyat  TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian,” tegas Panglima dalam amanat yang dibacakan Irup.  

Dijelaskan Panglima, sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari “rahim” rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI.

“Untuk itu, TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat. Sebagai tentara rakyat, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat.  TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat. Hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam  menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara. Hanya bersama-sama rakyat, TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia,” imbuh Panglima TNI dalam amanatnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.