Budaya  

Sri Sultan Tegaskan Penerapan Strategi Budaya Tak Menghalangi Kesejahteraan Masyarakat

YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membantah adanya anggapan strategi budaya dalam pemerintahan hanya akan membuat masyarakat menjadi miskin, tidak sejahtera dan terbelakang.

Menurut Sri Sultan, antara penerapan strategi kebudayaan dan kesejahteraan adalah hal berbeda yang tidak ada hubungannya.

“Sejahtera ataupun tidak sejahtera kan tidak ada hubungannya dengan penerapan strategi budaya. Pekerja kesenian sebagai representasi budaya juga akan tetap hidup jika penghasilannya tinggi, pun buruh pabrik, tidak sejahtera apabila dibayar rendah. Sejahtera Itu tergantung upah yang diberikan bukan pada aspek pekerjaannya apa,” tutur Sri Sultan saat menyampaikan materi kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 1 Angkatan LIII 2022 Lembaga Adinistrasi Negara (LAN) RI di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta Selasa (24/05/2022).

Sri Sultan menjelaskan, pendekatan budaya tidak harus dimaknai sebagai sesuatu yang kuno. Sebab, kata Sri Sultan, budaya berubah sesuai zamannya dan akan terus bergerak mengembangkan diri.

Sri Sultan mengungkapkan, strategi budaya bahkan telah terserap dengan baik di DIY melalui reformasi birokrasi.

“Budaya-budaya itu bukan dicermati sekedar orang-orang joget, berkesenian dan tradisi saja. Budaya itu sama dengan peradaban. Karya manusia didasari karena cipta, rasa, karsa. Ya karya-karya itulah produk budaya apapun itu bentuknya, bahkan teknologi juga bisa disebut budaya yang memudahkan pekerjaan misalnya,” terang Sri Sultan.

Untuk itu, Sri Sultan berharap agar peserta pelatihan nantinya jangan takut menggunakan pendekatan budaya, karena lebih humanis dan lebih guyub (kompak).

“Melalui pendekatan budaya, masa depan bangsa bisa dibangun dengan lebih humanis,” ucap Sri Sultan.

Kepala LAN RI Adi Suryanto mengatakan, Pelatihan yang diwadahi LAN RI ini diikuti oleh ASN, Polisi, BUMN, serta pejabat dari provinsi-provinsi yang sedang melakukan training untuk menjadi Eselon 1 yaitu jabatan setingkat Dirjen dan Sekjen.

Adi mengungkapkan materi yang disampaikan Sri Sultan adalah materi yang penting untuk diketahui peserta. Sebab, kata Adi, DIY telah menerapkan strategi kebudayaan hampir di dalam setiap kegiatan pemerintahan termasuk dalam pelayanan publik dan pelayanan masyarakat. Hal itu menurutnya layak dicontoh untuk diterapkan di daerah-daerah lain.

“Saya kira sangat cocok kita ke sini karena Yogyakarta sebagai daerah istimewa yang memiliki keistimewaan di bidang kebudayaan, dimana pembangunannya juga sangat ramah dengan kebudayaan. Strategi kebudayaan yang diterapkan saya harap bisa menginspirasi kawan-kawan (peserta pelatihan),” harap Adi.(pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.