Abaikan Peringatan Petugas, Dua Wisatawan Pantai Drini Tewas Terseret Ombak

Wisatawan Pantai Drini Tewas
ilustrasi

GUNUNGKIDUL – Dua wisatawan meninggal dunia terseret ombak pantai drini, Gunungkidul. Kedua korban adalah Fajar Budi Prakoso (23) dan Rini Hastuti (40). Keduanya wisatawan asal Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Jenazah Rini ditemukan di hari yang sama saat kejadian, pada Minggu (03/07/2022), sedangkan jenazah Fajar baru ditemukan setelah dua hari pencarian oleh TIM SAR, pada Selasa (05/07/2022) tadi malam.

Kronologi Kejadian

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah Operasi I, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan

Kedua korban tenggelam terseret ombak pantai Drini saat asyik berfoto hari pada Minggu (04/07/2022) sekira pukul 17.00 WIB. Lokasinya berada di sebelah timur tempat ke luar dan masuknya kapal nelayan Pantai Drini.

Menurut Sunu, saat kejadian, ombak pantai drini memang sedang mulai pasang.

Kedua korban yang sedang berfoto kaget dan terjatuh, saat dihantam ombak besar hingga terseret ombak ke tengah laut.

Satu korban sempat hendak memberikan pertolongan, namun justru ikut terseret ombak ke tengah laut. Petugas SAR sempat berupaya menyelamatkan korban dengan melempar pelampung, namun korban sudah terseret ombak.

Korban Rini berhasil dievakuasi berselang 30 menit kemudian, namun sudah tak bernyawa. Korban kemudian dibawa ke RSUD Wonosari sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Satu korban (Rini) berhasil ditemukan pada hari yang sama saat kejadian,” ujarnya.

Sudah Diperingatkan Petugas

Koordinator SAR Wilayah II Gunungkidul, Marjono, mengungkapkan, saat kejadian terseret ombak kedua korban sebenarnya sudah diingatkan berkali-kali oleh petugas. Namun keduanya masih belum mau menepi.

“Saat itu kondisi sudah sore, dan kondisi ombak sedang besar. Petugas di lapangan, sudah berulangkali mengingatkan agar menepi karena ada kenaikan gelombang.”

Ia mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Drini untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta tidak melanggar aturan keamanan di pantai.

“Karena saat ini gelombang laut sedang tinggi, kami menghimbau agar wisatawan tidak melanggar aturan dan mendengarkan setiap peringatan petugas,” imbaunya.

Proses Pencarian

Sunu mengungkapkan dalam proses pencarian terhadap korban Fajar, TIM SAR bekerjasama dengan kepolisian. Sedikitnya 100 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Menurutnya pencarian korban memang cukup menyulitkan karena terhalang gelombang tinggi.

Bahkan Selasa (05/07/2022) kemarin, salah satu perahu milik Tim SAR sempat terbalik dihantam gelombang tinggi. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Upaya pencarian, kata Sunu, terus dilakukan hingga Selasa (5/7/2022) petang pukul 17.00 WIB petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian terpaksa dihentikan dengan alasan keamanan personel dan akan dilanjutkan esok harinya.

“Pencarian malam hari dihentikan karena kurangnya cahaya” ujarnya, Rabu (06/07/2022) pagi.

Petugas SAR gabungan akhirnta berhasil menemukan korban Selasa (05/07/2022) malam. Jasad Korban ditemukan sejauh 3 kilometer dari lokasi kejadian. Korban ditemukan warga yang sedang mencari keong laut di pantai Krakal. Sekira pukul 20.15 WIB, seorang pencari keong melihat ada sesosok mayat menepi.

“Kondisi korban masih utuh namun seluruh badan sudah melepuh karena terendam air” ungkapnya.

Setelah dievakuasi jenazah korban dibawa ke RSUD Wonosari sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah korban yang sudah diterima keluarga, rencananya dimakamkan hari ini, Rabu (06/07/2022). (pr3)

Redaktur: Hamzah

58 / 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *