Kamis, 28/11/2013 12:07 WIB | Dibaca: 1002 kali

Tak Mau Tandatangani Dana Anggaran, Pemborong Ancam Bacok Pegawai DKP


ilustrasi

GUNUNGKIDUL - Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mendadak mencekam, Kamis (28/11/2013) siang tadi. Karena anggaran pengadaan pelampung tidak kunjung cair, seorang pemborong Nurhadi warga Gombong, Jawa Tengah, nekat mengancam akan membacok Aris, pegawai DKP.
Peristiwa tersebut bermulas saat Nurhadi mendapatkan telepon dari Turdiyanto yang tak lain adalah bawahan Aris, sekitar pukul 10.00. Turdiyanto mengatakan, Aris enggan menandatangani pencairan anggaran pengadaan barang karena pelampung yang dibelanjakan Nurhadi tidak sesuai.
"Belum melihat barangnya Aris sudah mencacat. Saat itu saya juga lagi emosi, ditambah kabar tidak cairnya uang pengadaan pelampung tambah emosi," katanya ketika ditemui wartawan di ruang Pidsus Polres Gunungkidul.
Mendapatkan kabar tersebut, kata Nurhadi, seketika ia langsung mendatangi kantor DKP Gunungkidul untuk melakukan klarifikasi. Namun sayangnya, karena Nurhadi terlalu emosi ia mendatangi kantor DKP Gunungkidul dengan membawa sebilah golok. "Saking emosinya golok yang ada di atas lemari langsung saya bawa,"akunya.
Sesampainya di kantor DKP Nurhadi langusung mencari Aris di ruangannya dan diajak menemui Turdiyanto untuk klarifikasi barang. Tetapi Aris tidak mau, karena itu Nurhadi yang naik pitam mengancam Aris menggunakan golok yang ia bawa dari rumah. "Golok itu buat takut-takut saja. Tidak mungkin akan saya gunakan melukai Aris," katanya.
Peristiwa itu pun mendadak membuat kantor DKP Gunungkidul mencekam. Pegawai lain yang mengetahui kejadian tersebut tidak berani berbuat banyak mengetahui Aris diancam oleh Nurhadi. (dit)
Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga