Jumat, 10/04/2015 20:56 WIB | Dibaca: 1632 kali

Korem 061/SK Prakarsai Program Pembuatan Biopori di Bogor


Danrem 061/SK prakarsai pembuatan Biopori di Bogor. Foto:doc/Penrem 061

BOGOR - Korem 061/SK menggelar kegiatan Program ‘So Sori’ ( Satu Orang Satu Biopori ) di kampus Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balitbang LHK), Jalan Gunung Batu kota Bogor.Jum’at (10/04/2014). Kegiatan tersebut merupakan bagian program aksi Himpenindo Kehutanan, LHK dalam mendukung program lima juta lubang resapan Biopori kota Bogor yang akan menjadikan Bogor hijau dan mempercepat perkembangan perubahan Iklim yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut Komandan Korem 061/SK Kolonel Inf Fulad, S.Sos, M.Si, disambut hangat Kepala Balitbang LHK  Prof. Dr.  Ir. San Afri Awang.  Turut hadir dalam acara tersebut Prof Dr. Ir. Kamir R Brata, Wakil Wali Kota Bogor  Ir. Usmar Hariman dan Direktur Radar Bogor Bpk. Hazairin Sitepu. Serta para Kapus dan Koodinator Balitbang LHK.

Menurut Danrem 061/SK lubang resapan Biopori atau biasa disebut lubang biopori merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Prof. Kamir R. Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Lubang Resapan Biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah,” kata Danrem sebagaimana dikutip dalam pers rilis resmi Penrem 061/Sk yang diterima jogjakartanews.com, Jumat (10/04/2015).

Lebih lanjut dijelaskan Danrem, Biopori sendiri adalah istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Lubang biopori ini, kata Danrem 061/SK, mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi resiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.

“Gerakan lima juta lubang biopori tersebut merupakan salah satu program serbuan teritorial yang sedang digalakan Korem 061/SK, yang sudah barang tentu menjadi perhatian dan penekanan kita,” pungkas Danrem 061/SK. (Penrem 061/Sk)

Redaktur: Aristianto Zamzami

Berita Terkait

 





Baca Juga