Deputi PPK BNPT: Penanganan Teroris Tak Hanya Tanggungjawab Satu Institusi Saja


Latihan Gabungan TNI-POLRI penanggulangan terorisme di markas Batalyon Infanteri 403/WP. Foto:doc.Penrem 072

YOGYAKARTA – Guna mengantisipasi kejahatan terorisme, personil TNI- Polri di DIY kembali menggelar latihan bersama di markas Batalyon Infanteri 403/WP Jl. Kaliurang Km 6,5 Yogyakarta, Kamis  (12/11/15). Latihan tersebut diikuti prajurit perwakilan dari TNI AD, TNI AU dan anggota Brimob.

Latigan gabungan tersebut dipimpin Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol Drs Arif Dermawan. Dia memberikan pembinaan dan pengarahan langsung pada peserta Latihan gabungan tersebut. 

Dalam arahanya, Arif Dermawan mengatakan, BNPT berperan mengkoordinir seluruh kegiatan penanggulangan terorisme. Namun demikian, kata dia, terorisme  merupakan musuh bersama, sehingga

bukan hanya tugas satu institusi saja, TNI atau Polri saja, melainkan kedua-duanya.

“Tetapi teroris adalah musuh bersama dan cara penanggulangannya harus bersama-sama,” tegasnya.

Setelah pelaksanaan pengarahan dan bimbingan, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan Alutsista TNI dan Polri yang digelar di Lapangan Markas Batalyon Infanteri 403/WP, kemudian para prajurit TNI dan Brimob mempraktikan cara kerja Alutsista tersebut.

Di akhir kegiatan, diperlihatkan demonterasi latihan penyergapan teroris. Demonterasi tersebut dilakukan oleh gabungan antara TNI-AD, TNI-AU dan Brimob.

“Diharapkan dengan Latihan Latihan Penanggulangan Terorisme ini Prajurit TNI dan Polri semakin tangguh dalam melaksanakan tugas sebagai pengawal kedaulatan NKRI dan dapat dengan cepat memberantas terorisme di Indonesia,” pungkas Brigjen Pol Drs Arif Dermawan.   (pr/Penrem 072)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga