Jumat, 29/04/2016 21:23 WIB | Dibaca: 869 kali

Usut Pembunuh Simpatisan, PPP Bentuk TPF dan Datangi Polda DIY


Pimpinan DPW PPP saat memberi keterangan pers. Foto: doc.kt1

YOGYAKARTA – Pelaku pembunuhan terhadap simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Didik Suparyanto, beberapa waktu lalu masih diburu tim dari Kepolisian Daerah DIY. 

Menurut Ketua DPW PPP DIY Sukri Fadholi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY Brigjen Pol Prastwa Wahyu Hidayat optimistis mampu menangkap pelaku dalam waktu dekat.  

"Kami dari Pimpinan Wilayah tadi mengadakan pertemuan dengan Kapolda DIY. Kami meminta agar kepolisian sesegera mungkin mengekspos dengan mengumumkan siapa pelakunya. Alhamdulillah Pak Kapolda optimis pelaku segera akan diungkap," katanya kepada wartawan, Jumat (29/04/2016).

Dikatakan Sukri, pihaknya mendatangi Polda DIY, karena ingin memperoleh informasi yang akurat, terkait kematian kadernya. Sebab, kata dia,  hingga hari ke-12 pasca peristiwa berdarah itu, belum terungkap siapa pelakunya. Kasus tersebut, kata dia, telah membuat resah kalangan muda PPP. 

“DPW PPP DIY, merasa ada tanggung jawab sosial untuk mengawal kasus ini. kami tak ingin kasus ini berlarut-larut sehingga menyebabkan kecemasan di kalangan kader, terutama anak muda PPP,” tukasnya.

Anggota DPRD DIY Muh. Yazid menambahkan, pihaknya juga sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap misteri kematian Didik. TPF yang dibentuk DPW PPP bekerja untuk membantu pihak kepolisian mencari pelaku pembunuhan. 

"TPF sifatnya membantu aparat, informasi yang diperolah dilapangan dan data-data yang ada diberikan agar terungkap," kata politisi PPP ini.

Yazid mengaku TPF PPP sudah dibentuk pasca kejadian. Namun, sifatnya tertutup. 

“Kami tak ingin mengekspos agar tujuan dibentuk tim tersebut fokus bekerja menggali data dan fakta yang ada,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, Didik meninggal setelah dianiaya oleh orang tak dikenal menggunakan petasan banting saat hendak pulang dari menghadiri Tabligh Akbar yang digelar sayap PPP, Minggu, 18 April 2016 lalu. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga