Sabtu, 07/05/2016 23:44 WIB | Dibaca: 2088 kali

Kecam Saut, Badko HMI Jateng-DIY Tantang Debat Terbuka


Kabid PTKP Badko HMI Jateng-DIY, Ahmad Marzuki. Foto: doc.ist

SEMARANG - Pernyataan pimpinan KPK, Saut Situmorang yang mendiskreditkan HMI dan KAHMI dalam acara Talkshow di TV Swasta Nasional (05/05/2016) lalu, menuai kecaman keras dari keluarga besar HMI, tak terkecuali Badko HMI Jateng-DIY. Saut dinilai keblinger berucap.

“Saut sebagai pejabat yang keblinger berucap. Padahal sebagai pejabat hukum. Saut harusnya mengedepankan asas hukum praduga tak bersalah,” Tandas Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP), Ahmad Marzuki, kepada jogjakartanews.com, Sabtu (07/05/2016).

Ditegaskan Marzuki, pernyataan Saut tentang kader HMI ketika menjadi pejabat akan korupsi, tentu tidak bisa ditolerir lagi. Sebab menurutnya banyak alumni HMI yang dikenal publik berintegritas tinggi seperti mantan penasihat KPK, Abdullah Hemahua dan mantan ketua MK Mahfud MD.

“Pernyataan Saut sangat tendensius menyudutkan HMI, bagi kami ini sangat menyakitkan, apalagi selama ini HMI juga berkonsentrasi ikut turut mendukung pemberantasan korupsi,” tegas Marzuki

Lebih lanjut Marzuki mengatakan bahwa Saut Situmorang harus menarik ucapannya dan melakukan permintaan maaf terbuka kepada HMI, jika tidak dilakukan maka Badko HMI Jateng DIY akan mengirimkan surat Kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk memecat Saut sebagai ketua KPK karena melanggar kode etik. Selain itu, kata dia, bidang PTKP dalam rapat pimpinan cabang (Rapimcab) juga akan menginstruksikan kepada cabang-cabang di wilayah Jateng-DIY untuk memboikot kehadiran Saut di Jateng-DIY.

“Bahkan jika Saut memaksakan hadir dalam acara-acara di Jateng-DIY, akan melakukan demo besar-besaran. Lebih baik Saut mengurus masalah kasus korupsi reklamasi teluk Jakarta yang banyak merugikan negara daripada mencari masalah dengan HMI,” imbuh Marzuki

Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY, Khusnul Imanuddin mengatakan bahwa statement Saut mencederai nilai-nilai ke-Islaman yang menjadi azas HMI, karena dalam LK 1 yang dituduhkan Saut tidak pernah ada materi yang mengajarkan tentang korupsi.

“Justru yang diajarkan adalah penegakkan syiar Islam sesuai dengan lima kualitas insan cita. Tentunya Saut juga harus paham bahwa Islam sangat melarang keras umatnya untuk korupsi,” tukas Khusnul.

Khusnul bahkan menantang Saut untuk debat terbuka dengan Badko HMI Jateng-DIY mengenai pemberantasan korupsi’. HMI sebagai organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia menurut Khusnul mempunyai sejarah panjang dalam membangun negeri ini.

“Apakah pantas Saut bilang hanya karena beberapa alumni HMI yg korupsi kemudian divonis semua kader HMI akan korupsi,berarti sama saja masyarakat bilang kalau Edy Tansil atau Samadikun Hartono korupsi berarti semua keturunan tionghoa adalah koruptor” kecam Khusnul

Kontroversi Saut dimulai ketika dalam acara Talkshow di stasiun TV Sawasta nasional,  dia mengatakan bahwa kader HMI orang-orang cerdas ketika mahasiswa. Menurutnya kalau sudah minimal LK 1 HMI,  ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat. Tentu saja hal ini memancing reaksi negatif, bahkan presidium KAHMI Pusat telah melaporkan Saut ke majelis etik KPK. (nul)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga