Gerakan Mahasiswa Cipayung Himpun Bantuan Korban Terdampak Siklon Tropis Cempaka di DIY


Cipayung DIY peduli banjir dan tanah longsor DIY. Foto: ist

YOGYAKARTA - Cuaca ekstrim dampak siklon tropis Cempaka membuat hampir seluruh wilayah lima Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami bencana banjir, tanah longsor, dan hujan deras disertai angin kencang.  Bencana alam yang terjadi tersebut merenggut korban jiwa. Lima orang dikabarkan meninggal serta ribuan warga terpaksa mengungsi.

Terpanggil membantu meringankan beban para korban, mahasiswa kelompok Cipayung DIY menggalang bantuan dari masyarakat. Kelompok Cipayung terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta dan Cabang Bulaksumur, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Menurut anggota Kelompok Cipayung, Elfi Suharni, kelompok Cipayung menggalang bantuan berupa berupa pakaian, makanan siap saji, sembako, selimut, popok bayi, susu, obat-obatan dan sebagainya yang dibutuhkan korban. Selain itu, kata dia, bagi masyarakat yang akan menyumbangkan dana disilakan mengirim rekening donasi dengan Nomor Rekening Bank Mandiri: 137 00 1220802 7 atas nama Raihan Ariatama.

“Masing-masing organisasi membuka posko, nanti siang Pukul 13.00 WIB akan dipusatkan di secretariat GMKI sebelum disalurkan langsung kepada para korban,” kata Elfi yang Juga Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Rabu (29/11/2017) siang.

Dikatakan Elfi, antusiasme masyarakat untuk membantu cukup tinggi. Dari keluarga Besar HMI sendiri, kata dia, sudah terkumpul bantuan berupa puluhan dus pakaian layak pakai, selimut, dan sembako.

“Saat ini berdasarkan laporan rekan-rekan yang berada di lokasi pengungsian, yang mendesak dibutuhkan adalah makanan, obat-obatan, perlengkapan bayi, pakaian, dan sembako. Kami akan terus menggalang bantuan hingga status siaga 1 bencana, atau kondisi para korban sudah normal kembali,” ungkapnya.

Elfi menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari sumber Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) DIY, jumlah warga terdampak Siklon Tropis Cempaka di DIY mencapai 8.447  jiwa, dimana kondisi terparah di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Dari jumlah tersebut perinciannya, 3276 Jiwa di Gunungkidul, 50 jiwa di Kulon Progo, 4756 jiwa di Bantul, 151 Jiwa di Kota Yogyakarta, 214 Jiwa di Sleman. Lima korban meninggal dunia, 3 orang di Kota Yogyakarta, 1 orang di Bantul, dan 1 Orang di Gunungkidul.

“Kondisi korban bencana yang telah mengungsi di berbagai posko membutuhkan bantuan dari kita semua. Maka dari itu kami mengajak saudara-saudara semua untuk ikut menggalang partisipasi masyarakat secara umum untuk ikut membantu meringankan beban dan memenuhi kebutuhan para korban bencana banjir  dengan cara mengirimkan bantuan yang dibutuhkan para korban,” imbau Elfi.

Sekadar informasi, siklon tropis Cempaka seperti yang telah diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Senin (27/11/ 2017). Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan banyak sungai di DIY yang meluap, sehingga  mengakibatkan Banjir. Jembatan penghubung antar daerah banyak yang patah. Selain itu  longsor juga terjadi di berbagai wilayah. Angin kencang yangmenumbangkan pohon banyak mengakibatkan kerugian materi bahkan korban jiwa. Selain terputusnya akses jalan, akses listrik di sebagian besar daerah terdampak juga terputus. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga