Senin, 11/12/2017 11:40 WIB | Dibaca: 296 kali

Perpatri Beri Pelatihan Tingkat Mahir untuk Terapis di Sidoarjo


Dewan Pembina Perpatri Lesgiono saat memberikan pelatihan kepada para terapis di Sidoarjo. Foto: Hary

SIDOARJO – PerkumpulanTerapis Tradisional Patah Tulang,Urat, dan Sendi (Perpatri) memberikan pelatihan tingkat dasar hingga Pendalaman (Mahir) kepada para terapis tradisional di Sidoarjo Jawa Timur, belum lama ini.

Pelatihan yang diisi langsung Dewan Pembina Perpatri, Lesgionodan Ketua Umum Pengurus Pusat Perpatri,Tomy M Arief Aditama, SKG tersebut digelar selama dua hari, Jumat – Sabtu ( 09-10/12/2017).

Dewan Pembina Perpatri, Lesgiono mengatakan, pelatihan lebih menekankan penananganan patah tulang dan keseleo atau gangguan urat dan sendi kategori parah. Menurutnya untuk penanganan tersebut memerlukan skil (kemampuan) khusus terapis agar dalam proses membantu penyembuhan penderita (pasien) tidak menimbulkan malpraktik yang justru merugikan penderita,

“Tentu saja untuk mengobati penderita di Perpatri punya prosedur tersendiri yang sudah diuji praktikkan dan secara empiris tingkat keberhasilannya dirasakan masyarakat,” kata Penemu Star Bio Oil, minyak terapi khusus patah tulang, gangguan urat, dan persendian.

Lebih lanjut, Owner CV. Bio Nurcholies ini menjelaskan bahwa setiap kasus patah tulang atau keseleo berbeda karakteristik tingkat keparahan dan kesulitannya. Oleh karenanya, kata dia, terapis harus ekstra hati-hati dan memiliki banyak pengetahuan mengenai tulang, otot, maupun sendi, serta pengalaman praktik yang cukup,

“Terapis tradisonal yang berkompeten dan professional dituntut menguasi teknik penyembuhan yang bisa dipertanggungjawabkan kepada pasien. Sorang terapis harus bisa menjelaskan kepada pasien tentang sakit yang dialaminya secara rasional, sehingga psikologis pasien juga terjaga,” imbuhnya.          

Dalam acara pelatihan, Ketua UmumPP Perpatri Tomy M Arief Aditama menyampaikan sosialisasi Perpatri sebagai organisasi tempat bernaungnya terapis tradisional dengan spesialisasi patah tulang, urat, dan sendi.

“Keuntungan para terapis bergabung di Perpatri tentu saja selain mendapatkan tambahan ilmu pengobatan tradisional juga akan dibantu menjalankan praktik pengobatan tradisional secara professional dan sesuai dengan peraturan-peraturan pemerintah. Perpatri adalah organisasi berbadan hukum yang sudah diakui pemerintah,” kata terapis yang alumni Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Tomi menambahkan, Perpatri yang didirikan pada 9 September 2017 dan berkantor pusat di Yogyakarta  telah mendapatkan dukungan dari para terapis di seluruh Indonesia dan instansi pemerintah terkait. Hingga saat ini, kata dia,  sudah terbentuk lima Pengurus Daerah (pengda) di DIY, Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, dan Kepualauan Riua.

“Perpatri siap menjadi mantra pemerintah dalam hal ini kementrian kesehatan RI, sehingga ke depan akan membantu para terapis anggota Perpatri untuk memiliki STPT (Surat Tanda Pengobat Tradisional) sebagai legalitas untuk berpraktik,” tutupnya.

Sekadar informasi, usai pelatihan puluhan peserta mendaftarkan diri sebagai anggota Perpatri. Pendaftar yang sudah memenuhi kriteria sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Perpatri serta menyatakan siap mematuhi Kode Etik Perpatri, dinyatakan diterima dan mendapatkan kartu tanda anggota Perpatri.   (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga