Selasa, 24/04/2018 21:23 WIB | Dibaca: 549 kali

Dari Hasil Kejurda, Beladiri Yongmoodo Kian Diminati Masyarakat DIY


Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni bersama pengurus KONI DIY. Foto: Ist

YOGYAKARTA – Sedikitnya 114 atlet petarung Yongmoodo (Yongmoodoin) dari berbagai Dojang (Cabang) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut bertanding dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Yongmoodo Piala Danrem 072/Pamungkas tahun 2018.

Kejurda yang diselenggarakan di Graha yasa Wana Bhakti Yasa Yogyakarta tersebut resmi dibuka resmi dibuka Komandan Korem (Danrem) 072/Pmk Birgjen TNI Muhammad Zamroni, SIP, Sabtu (21/04/2018). Kejurda Yongmoodo yang berlangsung hingga Minggu (22/04/ 2018) kemarin.

Adapun nomor yang dipertandingkan dalam Kejurda ini adalah Kyorugi (fighting) terdiri dari 9 kelas putra dan putri baik nomor perorangan dan beregu serta nomor Yonmoo (pattern/jurus).

Hasil dari Kejurda, Dojang Kodim 0734/Yogyakarta menjadi juara umum dengan perolehan 3 emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Posisi runner up diraik Dojang Kodim 0729/Bantul dengan Raihan 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sedangkan untuk juara umum ketiga diraih Dojang UPN Veteran  dengan 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Danrem 072/Pmk sekaligus ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia Pengda DIY, mengatakan, Kejurda digelar untuk mencari bibit atlit berprestasi yang akan disipakan untuk Kejurnas Yongmoodo Piala Kasad 2018, September mendatang.

Menurut Zamroni, sebagai olah raga beladiri keras Yongmoodo juga memiliki filosofi bela negara yang sangat kental di dalamnya,

“Oleh karena itu maka Yongmoodo akan semakin disebarluaskan di Yogyakarta melalui jalur umum dan  Pendidikan,” ujarnya dalam keterangan resmi Penerangan Korem 0734/Yogyakarta yang diterima redaksi, Senin (23/04/2018) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Umum FYI Pengda DIY Edwi Arief Sosiawan, M.Si mengatakan bahwa Kejurda Yongmoodo Piala Danrem 072/Pmk selain sebagai program kerja FYI tahun 2018 juga sebagai amanat dari KONI DIY untuk menilai tolok ukur eksistensi dari Pengda DIY yang baru bergabung 2 tahun lalu.

Dikatakan Edwi, FYI DIY saat ini dijadikan pilot project oleh Pengurus Besar FYI yang diketuai KASAD dalam pembinaan dan pemasyarakatan beladiri Yongmoodo di kalangan masyarakat sipil.

“Beladiri Yongmoodo sebagai cabang olah raga yang relatif baru  saat ini mulai diminati oleh masyarakat, hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya masyarakat berlatih dan bergabung dengan Yongmoodo,” ujarnya.

Salah satu keunggulan dari beladiri Yongmoodo, kata dia, karena merupakan beladiri campuran dari yang diambil dari unsur karate, taekwondo, hapkido dan judo. Di Yogyakakarta telah berdiri kepengurusan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim masing-masing kabupaten/kota,

“Penyebaran Dojang selain di kesatuan teritorial militer juga berada di kampus-kampus Perguruan tinggi serta fasilitas umum lainnya” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga