Minggu, 26/05/2019 22:30 WIB | Dibaca: 416 kali

Badko HMI Jateng DIY Ngabuburit Bareng Aktivis Milenial


Para Pembicara dalam Ngabuburit Bareng Aktivis Milenial Badko HMI Jateng-DIY bersama Wakil Walikota Solo. Foto: Ist

SOLO – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiawa Islam Jawa Tengah -Daerah Istimewa Yogyakarta (Badko HMI Jateng-DIY) menggelar acara "Ngabuburit Bareng Aktivis Milenial", Minggu, (26/05/2019), di Food Factory Paragon Mall Solo.

Kegiatan dengan tema "Peran Generasi Milenial Dalan Transformasi NKRI" dibuka oleh Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo, sekaligus memberikan sambutan. Acara menghadirkan 4 pembicara yaitu M. Arief Rosyid (Ketua Umum PB HMI Periode 2013-2015), Adhitya Herwin (Presiden BEM KM UGM Periode 2013-2014), Radifan Whisnu (Owner Bakmi Djowo Koeno Mbah Mangoen Solo) dan Anhar Widodo (CEO Ruang Gagas),

Ketua Panitia sekaligus sebagai Ketua Bidang PTKP HMI Badko Jateng DIY, Zaki Abdurrahman mengatakan, tujuan dari acara adalah mendorong terjadinya kolaborasi antar komunitas, disiplin ilmu, pengusaha, influencer, dan organisasi kepemudaan di Indonesia.

Menurutnya, Ngabuburit Bareng Aktivis Milenial menyasar peserta kaum milenial dari berbagai macam latar belakang  passion yang berbeda-beda,

“Oleh karena itu kami membuat acara ditempat yang cocok untuk milenial. Ini adalah ikhtiar HMI Badko Jateng DIY dalam memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia dengan cara yang dapat diterima oleh kaum milenial,” ujarnya di sela-sela acara.

“Acara diramaikan dengan potong rambut gratis dan pembagian voucher. Kemudian diakhiri dengan buka bersama,” imbuh dia.

Ia menjelaskan, Acara di Solo ini baru awal dari keseluruhan program Badko HMI Jateng-DIY yang berkelanjutan. Ia berharap, setelah acara selesai, ada output yang bermanfaat bagi peserta,

“Kami berharap setelah acara ini akan memunculkan strategi dan penerapan dari kaum milenial untuk membuat suatu gerakan kolabarasi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap Zaki.

Dalam kesempatan tersebut, M. Arief Rosyid menyampaikan materi mengenai "Masjid sebagai masa depan pemuda", sedangkan Adhitya Herwin memaparkan "Pertanian Indonesia dan masa depan bangsa". Kemudian, Radifan Whisnu  berbicara soal "Peran wirausaha muda dalam menopang pembangunan ekonomi rakyat"  dan Anhar Widodo membeberkan "Strategic communication advisor" . (kt1) 

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga