Senin, 29/06/2020 22:38 WIB | Dibaca: 333 kali

Sikapi Fitnah Bung Karno PKI, Front Marhaenis Yogyakarta Gelar Aksi


Massa aksi Front Marhaenis Yogyakarta menghancurkan replika Keranda bertuliskan HTI Khilafah dan Neo DI/TII sebagai simbolisasi melawan paham anti Pancasila. Foto:ist

YOGYAKARTA - Elemen nasionalis marhaenis yang tergabung dalam Front Marhaenis menggelar aksi, memperingati Bulan Bung Karno, di depan Benteng Vrederburg, Yogyakarta, Senin (29/06/ 2020).

Presidium Front Marhaenis Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, menuturkan, aksi digelar untuk menyikapi ‘ontran-ontran’ tentang RUU HIP,

“Dimana ada sebagian kelompok masyarakat yang menganggap bahwa ada kata eka sila dan tri sila dalam draft RUU HIP tersebut adalah indikasi kebangkitan komunisme/PKI yang artinya menuduh Bung Karno sebagai PKI,” ungkapnya, seusai aksi.

Fokki menegaskan, atas adanya pemilintiran tersebut, maka Front Marhaenis merasa perlu dan penting untuk mengadakan aksi di jalan untuk menyampaikan bahwa eka sila dan tri sila adalah satu tarikan nafas dari sejarah Pancasila itu sendiri.

Ia menjelaskan, dimulai tgl 1 Juni, 22 juni dan diakhiri 18 Agustus 1945 itulah Pancasila yang telah disepakati bersama oleh founding fathers sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Jadi kalau ada yang menyampaikan eka sila tri sila adalah indikasi kebangkitan komunisme atau PKI dan Bung Karno adalah PKI maka itu adalah salah dan fitnah yang keji,

“Atas fitnah yang keji itu maka Front Marhaenis Yogyakarta siap pasang badan dalam membela harkat dan martabat Bung Karno Putera Sang Fajar Pemersatu Bangsa,” tandasnya.

Dalam aksinya, Front Marhaenis juga meminta Polri untuk menidak tegas paham paham yang anti Pancasila dan Front Marhaenis mendukung segala upaya Polri dalam menegakkan hukum demi tegaknya NKRI.

Di akhir acara Front Marhaenis merusak keranda mayat bertuliskan HTI Khilafah dan Neo DI/TII yang sebagai simbol paham yang Anti Pancasila.

Dalam aksinya, massa yang terdiri dari Gerakan Pemuda Marhaenis, Keluarga Besar Marhaenis dan Kopi Jo  (Komunitas Pemilih Jokowi) tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga