Budaya  

Difabel Bisa Ikuti Pemilihan Duta Museum DIY 2014

YOGYAKARTA – Pemilihan Duta Museum DIY 2014 yang digelar Dinas Kebudayaan DIY tidak mengedepankan aspek fisik. Bahkan, mereka yang difabel sekalipun dapat turut mendaftarkan diri.

Pendaftaran peserta sendiri telah dibuka sejak tanggal 7 Juli dan akan ditutup 6 Agustus 2014 besok.

Berdasarkan informasi dari pers rilis panitia penyelenggara, pemilihan Duta Museum DIY 2014 terbuka bagi siapa pun warga DIY yang berusia 19 hingga 54 tahun.

Kriteria utama dalam pemilihan duta museum DIY 2014 adalah ketertarikan, pengetahuan, kepedulian dan dedikasi peserta terhadap dunia permuseuman di DIY.

Oleh karena itu, setiap peserta wajib mengumpulkan sebuah essei tentang museum dalam satu lembar kertas folio atau 2000 karakter dalam proses pendaftaran, selain foto copy KTP dan Ijazah terakhir serta pas foto 3 x 4 sebanyak 5 lembar, sebagai syarat pendaftaran.

Seleksi tahap pertama akan berlangsung dari tanggal 11 – 13 Agustus 2014. Setiap pendaftar akan diminta untuk mempresentasikan essei yang telah mereka buat dan kumpulkan. Seleksi tahap pertama ini akan menjaring 30 orang peserta yang akan mengikuti seleksi tahap kedua pada tanggal 18 – 21 Agustus 2014.

Selama proses seleksi tahap kedua, peserta akan memperoleh pembekalan berupa materi di kelas selama dua hari dan dilanjutkan berkunjung ke museum-msueum di DIY.

Selanjutnya, pada tanggal 21 Agustus 2014, ketiga puluh peserta tersebut akan diseleksi oleh dewan juri. 12 orang akan terpilih untuk mengikuti tahap terakhir atau tahap grand final yang akan diselenggarakan di Royal Hotel Ambarukmo pada tanggal 23 – 24 Agustus 2014.

Pemilihan Duta Museum 2014 ini akan menghasilkan enam orang pemenang, yaitu dua orang sebagai duta museum, dua orang sebagai Runner Up I dan dua orang sebagai Runner Up II. Masing-masing pemenang akan mendapatkan penghargaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan hadiah dengan total puluhan juta rupiah.

Sumber: PR
Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.