Sri Sultan: Program TMMD Masih Sangat Dibutuhkan

YOGYAKARTA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) menuturkan, karya bakti Tentara Nasional Indonesia (TNI) berupa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) masih sangat dibutuhkan. Menurut Sri Sultan, keterlibatan TNI dalam ikut membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur wilayah masih relevan dengan kebutuhan masyarakat DIY, demikian juga pada sasaran non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat,

“Semua itu kita lakukan agar kita bangkit dan terhindar dari ancaman disintegeasi bangsa, dengan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa,” tutur Sri Sultan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan DIY, Drs. Sulistyo, SH, CN, M.Si, di Halaman Balai Kota Yogyakarta, Rabu (04/04/2018).

Disampaikan Sri Sultan, melalui TMMD, TNI telah menunjukkan hakekat kemanunggalan, keseriusan dan kinerja maksimalnya untuk terlibat langsung dalam berbagai upaya untuk menyukseskan program percepatan pembangunan di daerah. Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, menurut Sri Sultan tak lepas dari sejarah perjuangan bangsa,

“Sangat tepat jika dikatakan TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Karena itu TNI dan rakyat adalah bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan saling membutuhkan,” kata Sulistyo selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Sri Sultan.

Kegiatan TMMD ini, ungkap Sri Sultan, telah menunjukkan kepada masyarakat bahwa fungsi teritorial TNI bukan hanya sebatas di bidang pertahanan semata, khususnya dalam menjaga dan menjamin kedaultan negara. Namun lebih dari itu, kata Sri Sultan, TNI ternyata mampu memberikan sumbangsih yang besar dan pengaruh positif terhadap kemajuan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah,

“Untuk itulah, atas nama pemerintah daerah DIY, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus ucapan terimakasih kepada Komandan Korem 072/Pamungkas beserta Komandan Kodim 0734/Yogyakarta yang telah memprakarsai kegiatan yang strategis dan berkesinambungan ini,” imbuh Sri Sultan.

Dijelaskan Sri Sultan, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementrian atau Lembaga pemerintah non kementrian dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat. Oleh karenanya, Sri Sultan berpesan agar segenap Satuan Tugas (Satgas) TMMD dan masyarakat senantiasa bersinergi,

“Tumbuhkan semangat kebersamaan, gotong-royong dan rasa kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah, sehingga tercapai jiwa persatuan dan kesatuan yang kokoh kuat  serta terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” pesan Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulisnya.

Dalam laporannya, Komandan Kodim (Dandim) 0734/Yogyakarta, Letkol Inf. Rudi Firmansyah, S.E., M.M menyatakan, TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari sejak hari ini (04/04/2018) hingga 03 Mei mendatang di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Dandim yang sekaligus Komandan Sasuan Tugas (Dan Satgas) TMMD, menerangkan, sasaran TMMD yaitu Fisik dan non Fisik. Untuk kegiatan Fisik, kata dia, pembuatan talud bronjong di pinggir Sungai Gajah Wong sepanjang 147 Meter, Rehab satu unit Balai RW, rehab rumah tak layak huni sebanyak 10 unit, dan pembuatan sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) satu unit,

“Kegiatan Non fisik diantaranya sosialisasi dan penyuluhan tentang Pekat dan Narkoba, menangkal fanatisme agama yang sempit, bela negara dan cinta tanah air, dan kekererasan dalam rumah tangga (KDRT),” ucap Dandim.

Selain itu, imbuh Dandim, untuk kegiatan non fisik  juga akan dilaksanakan kegiatan sosial, out bond, karya bakti, Pendidikan Anak Usia Dini, anjangsana, dan hiburan. Sedangkan sumber anggaran, diungkapkan dandim berasal dari PJO TMMD, APBD Pemda DIY, dan APBD Kota Yogyakarta dengan total sebesar Rp 1.147.000.000 (Satu Miliar Seratus Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah)

“Satgas TMMD berjumlah 150 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Yogyakarta serta Ormas dan masyarakat,” tukas Letkol inf. Rudi Firmasyah.  

Dalam upacara pembukaan TMMD Reguler ke 101 Tahun 2018 dilakukan penandatanganan lembar kerjasama oleh Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf. Rudi Firmansyah dan Wali Kota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti.

Pembukaan TMMD ditandai dengan prosesi penyerahan alat untuk pembangunan secara simbolik dari prajurit TNI, Polri, dan Linmas kepada Asekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan DIY, Drs. Sulistyo dilanjutkan dengan pemukulan kentongan oleh Asekda didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Hadir dalam pembukaan TMMD, Kasrem 072/Pamungkas, Kolonel Inf Ida Bagus Surya mewakili Danrem 072/Pamungkas, Letkol Kav Muhammad Zamroni, Danlanal Yogyakarta Kolonel Laut (P) Arya Delano,  S.E., M.Pd. Perwakilan Danladud Adi Sucipto, Perwakilan Kapolda DIY dan jajaran Forkompinda DIY. 

Sekafdar informasi, bertindak selaku Komandan Upacara, Kasdim 0734/Yogyakarta, Mayor Inf. Munasik.  Upacara diikuti prajurit TNI dari semua unsur angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Polri, Linmas, Menwa, Pramuka dan sejumlah ormas.  Upacara juga dimeriahkan penampilan Bregodo prajurit kraton, Drum Band Pelajar, dan sosio drama perjuangan TNI dan Rakyat (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.