Selasa, 15/04/2014 12:38 WIB | Dibaca: 2507 kali

Adegan Rekonstruksi Pembunuhan, Pelaku Dimaki Keluarga Korban


Rekonstruksi pembunuhan. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Polresta Yogyakarta melakukan rekonstruksi pembunuhan pengamen, Agus Nugroho alias Inug, yang terjadi terminal Giwangan, Yogyakarta. Peristiwa pembunuhan terjadi pada pertengahan Maret Lalu.

Pada rekonstruksi tersebut, kedua tersangka, David Viriyanto (24) dan Budi Harto (27) dikawal ketat. Pasalnya, beberapa warga yang menyaksikan berteriak dengan lantang memaki para pelaku. Selain itu, ada pula keluarga korban yang menyaksikan adegan rekontruksi tersebut.

Dalam rekonstruksi peristiwa pembunuhan, David sebagai pelaku utama mempraktekkan pembunuhannya dengan sistematis. Tercatat, hingga 22 adegan dilakukan. Cara David menghabisi Inug menggunakan belati dengan menusuk sebanyak 22 tusukan.

Kapolresta Yogyakarta, Kombespol Slamet Santoso yang hadir dalam acara rekonstruksi tersebut mengatakan, penyebab pelakukan melakukan pembunuhan karena sakit hati. Hal itu dikarenakan, beberapa kali korban menegur pelaku untuk tidak mengamen di pintu keluar terminal. "Mengajak ketemu dan dieksekusi di sini (pintu keluar terminal). Indikasi lain masih di dlami," katanya, Selasa (15/14/2014).

Sempat akan ketidaksesuaian adegan rekontruksi dari versi pelaku dan saksi. Namun, Slamet Santoso membantah hal itu. Menurutnya, Ketidaksesuaian antara BAP dan rekonstruksi tidak ada.

Lantaran peristiwa tersebut, Polresta Yogyakarta akan mengaktifkan kembali pos lalu lintas dekat pintu keluar terminal Giwangan untuk lebih bisa memantau keamanan.

Istri korban, Mariasih, dan Ibu dari Mariasih, Ibu Badri yang meliha rekonstruksi tersebut tak kuasa menahan air mata. Meskipun pelaku sudah ditangkap, mereka tetap tidak terima dan meminta pelaku dihukum mati. "Kalau gak bisa makan, dikasih makan (korban) itu," ungkapnya seusai rekonstruksi. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga