Hasil Survey Lawang Ngajeng: Prabowo Diserang Isu Bagi-Bagi Jabatan, Jokowi Diserang Isu SARA


ilustrasi: Rudi/jogjakartanews.com

YOGYAKARTA - Kampanye tidak sehat (black campaign) tim sukses (Timses) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) menjadi sorotan publik, tak terkecuali komunitas budaya dan riset Lawang Ngajeng yang diasuh Gus Wahyu NH Aly. Lawang Ngajeng melansir survey terkait isu negative kedua pasangan yang banyak berkembang di kalangan masyarakat pemilih.

Menurut koordinator survey sekaligus ketua Lawang Ngajeng Cabang Yogyakarta, Faruq, Capres Prabowo Subiyanto banyak ‘diserang' dengan isu terkait bagi-bagi jabatan sebanyak 70%. Kemudian isu Hak Azazi Manusia (HAM) 25% dan Isu lain-lain seperti isu pendamping (istri) serta isu elitis sebanyak 5%.

Sementara untuk Joko Widodo (Jokowi) banyak diisukan terkait Suku Agama dan Ras (SARA) sebanyak 55%, kemudian Isu tanggung jawab jabatan di Solo dan Jakarta 35%, dan isu lain-lain seperti isu korupsi atau isu presiden boneka 10%.

"Survei isu yang dilaksanakan di Jawa Tengah dan Yogyakarta ini diprioritaskan perempuan dengan usia 20-45 tahun. Survei ini, megambil 1200 sampel," ujar Faruk, Jumat (06/06/2014) malam.

Faruq juga menjelaskan, survei yang dilakukan Lawang Ngajeng bekerjasama dengan dua lembaga survey. Metodologi survei dilakukan dengan teknik multi stage random sampling atau acak berjenjang, melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error 3% dan tingkat kepercayaan lebih dari 95%.

"Managemen cross check atau quality control hasil survei dilakukan secara random pada 20% responden," lanjut  Faruq.

Pada kesempatan yang berbeda, pengasuh Lawang Ngajeng, Gus Wahyu NH Aly mengatakan, perihal survei dilakukan sebagai wujud kepedulian masyarakat tentang Pemilu. Menurutnya, masyarakat sudah saatnya lebih jeli dalam melihat kandidat-kandidat yang ada seperti kandidat yang ditawarkan oleh partai politik dalam bursa pemilihan Capres-Cawapres ini.

"Kita harus menjadi pemilih cerdas. Bukan pemilih yang terperangkap, baik terperangkap oleh media bayaran atau tim sukses yang getol menyebar isu. Black campaign dan play viktim, merupakan virus yang sangat berbahaya dalam momen-momen seperti ini," tegas Gus Wahyu yang alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (yud)


Redaktur: Syarifudin

 


 





Baca Juga