Kuatkan Keyakinan Prabowo-Hatta Unggul , Koalisi Merah-Putih DIY Gelar Doa Bersama


Koalisi Merah Putih DIY gelar doa bersama untuk kemenangan Prabowo-Hatta. Foto: Yudi

YOGYAKARTA - Euforia klaim kemenangan kubu Capres-Cawapres nomor urut 2, Jokowi-JK tidak menggoyahkan keyakinan tim koalisi Merah-Putih DIY akan keunggulan Prabowo-Hatta.

Sebagai bentuk menguatkan keyakinan atas usaha yang telah dilakukan selama ini, Tim Koalisi Merah-Putih DIY menggelar do'a bersama untuk persatuan dan kesatuan anak bangsa menyongsong penetapan hasil Pilpres 2014 oleh KPU, Rabu (16/07/2014) di rumah Merah Putih, Jalan Patimura No. 1 Kota Baru, Yogyakarta.

Ketua Advokasi dan Hukum Tim Merah Putih Sleman, Subandi Kusuma, SH menegaskan, pendukung Prabowo-Hatta tidak terpengaruh dan terprvokasi oleh klaim kemenangan kubu Capres-Cawapres Nomor urut 2.

Dikatakan Subandi, pihaknya yakin dengan usahanya untuk membela dan memperjuangkan Capres-Cawapres yang benar-benar tepat untuk memimpin Indonesia dan diharapkan seluruh rakyat, yaitu Prabowo-Hatta.

Menurutnya, do'a bersama digelar untuk lebih menguatkan keyakinan pendukung Prabowo-Hatta di DIY dan memohon supaya Tuhan mengabulkan harapan rakyat Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang tegas, pemberani, berwibawa, mengayomi, dan bijaksana demi mengembalikan Indonesia yang disegani Negara-negara lainnya.

"Kriteria presiden yang dicita-citakan rakyat Indonesia tentu ada pada diri Prabowo Subianto. Kami semua menyadari, setelah berjuang segalanya kami serahkan kepada Tuhan, " ungkap Subandi di sela-sela acara.

Subandi juga menegaskan, untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan dari kubu pasangan Capres nomor urut 2, Tim Merah Putih siap mengawal perhitungan suara Pilpres oleh KPU 22 Juli mendatang.

"Namun demikian, kami berharap semua pihak bersikap kesatria, menerima apapun hasil penetapan KPU agar situasi tetap kondusif, persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga," harap Subandi yang anggota DPRD Sleman terpilih dari Partai Gerindra.

Terkait hasil real cout lembaga survey yang dirilis kubu Jokowi-JK, Subandi mengatakan, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai penentu.

"Jangan mendelegitimasi KPU sebagai lembaga resmi yang dilindungi undang-undang untuk menetapkan hasil Pilpres," tandasnya.

Subandi mengakui dalam Negara demokrasi lembaga survei yang independen dan akuntabel jelas dibutuhkan.

"Namun rakyat bisa menilai lembaga survei di kubu nomor 2 yang tidak independen dan cenderung komersial. Mereka ternyata juga menjadi konsultan politiknya, sehingga wajar dalam surveynya memenangkan Jokowi-JK. Begitu juga para pengurus asosiasi yang mewadahi lembaga survei tersebut juga diragukan independensinya," tukasnya.

Ratusan simpatisan koalisi Merah Putih hadir dalam acara do'a bersama yang dilanjutkan dengan tausiah dan buka puasa bersama tersebut. (yud)

Redaktur: Syarifudin

 


 





Baca Juga