Kecewa Diarahkan Tidak Memilih Jokowi, Pemuda Perindo DIY Bedhol Desa


Ketua DPW Pemuda Perindo DIY, RM. Jefferson Lanang Hadiwijoyo bersama para Ketua DPD se DIY menurunkan papan nama Kantor DPW Pemuda Perindo DIY. Foto: Fafa

YOGYAKARTA – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Perindo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  berikut pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) diempat Kabupaten dan Kota wilayah DIY menyatakan bedhol desa atau mundur bersama-sama. Pernyataan bersama tersebut disampaikan di Kantor DPW Pemuda Perindo DIY, Ndalem Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Senin (09/07/2018) siang.

Ketua Pemuda DPW Perindo DIY, RM. Jefferson Lanang Hadiwijoyo mengungkapkan, alasan dirinya dan segenap pengurus DPW Pemuda Perindo DIY mundur sekaligus menyatakan keluar sebagai Kader dari Partai Perindo karena kecewa dengan kebijakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo DIY.

Dijelaskan Lanang, sebenarnya mundurnya Pengurus DPW Pemuda Perindo DIY yang diikuti pengurus DPD Pemuda Perindo se DIY merupakan akumulasi kekecewaan terhadap Pengurus DPW, dari tidak transparan dalam pengelolaan keuangan partai hingga administrasi kepartaian. Hal itu, kata dia, menyebabkan terabaikannya kader-kader Perindo di tingkat basis, terutama dikalangan Pemuda Perindo.

Selain itu, kata Lanang, Pimpinan DPW Perindo sangat eksklusif, bahkan terkesan otoriter terhadap kader-kader Perindo, terbukti dengan pemecatan pengurus di tingkat DPD karena mengkritisi kebijakan DPW,

“Banyak sekali kekecewaan, dari soal pengelolaan keuangan dan administrasi, hingga kebijakan otoriter dengan mengganti pengurus DPD secara subjektif. Ini sebenarnya akumulasi kekecewaan kami. Puncaknya, ketika dalam beberapa kali pertemuan Bacaleg (Bakal Calon Legislatif), DPW membiarkan bahkan terkesan mendukung salah satu tokoh DIY yang memberikan arahan agar dalam Pilpres 2019 tidak memilih Jokowi. Ada fitnah, bahwa Jokowi mendzalimi Bapak Hary Tanoe. Padahal, Keputusan Perindo sudah final mendukung Jokowi,”  ungkap Lanang tanpa menyebut nama siapa sosok yang mengarahkan agar tidak memilih Jokowi tersebut.

Putra RM. Acun Hadiwidjojo (Cucu Sri Sultan HB VIII) ini menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak terkait dengan rekruitmen Bacalag, meskipun ia menyayangkan minat kader untuk maju sebagai Caleg sangat rendah. Ia juga menyatakan setelah keluar dari Perindo, ia belum berpikir untuk pindah ke Partai lain, meski sudah banyak yang sudah menawarkan,

“Saya dan teman-teman akan kembali ke masyarakat, karena sebagian besar pengurus dan anggota Pemuda Perindo berasal dari berbagai elemen masyarakat pemuda. Masalah nanti teman-teman mau ke Partai mana, itu hak pribadi mereka dan kami menghargai,” tutur Lanang yang Keponakan Sri Sultan HB X ini.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Pemuda Perindo Kabupaten Sleman, Fajar Ramadhan S.H. Meski tidak ada arahan dari Ketua DPW, namun dia dan pengurus serta anggota Pemuda Perindo Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul juga menyatakan mengundurkan diri,

“Sejak awal kami berjuang bersama membesarkan perindo melalui Pemuda Perindo dengan Mas Lanang (Ketua DPW Pemuda Perindo DIY). Meski beliau tidak mengarahkan, tapi kami berkomitmen apapun keputusan beliau, kami ikuti. Beliau mundur, kamipun bedhol deso,” tegasnya diamini Ketua DPD Pemuda Perindo Kota Yogyakarta, Panji bangsa S.E; Ketua DPD Pemuda Perindo Kulonprogo, Fian Khairil  Mizan S.Psi; Ketua DPD Pemuda Perindo Bantul  Erica Cristiano S.Psi dan Ketua DPD Pemuda Perindo Gunungkidul, Yohanes S.E.

Usai memberikan pernyataan sikap bersama, para mantan pimpinan Pemuda Perindo se DIY tersebut menurunkan papan nama kantor DPW Perindo DIY. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga