Senin, 28/10/2019 17:58 WIB | Dibaca: 363 kali

Paradox Gaya Hidup Pakaian Muslimah


Saidah Marifah Mz. Foto:ist

Oleh: Saidah Marifah Mz

Kini zaman semakin berubah dari zaman jahiliyyah hingga zaman now. Kehidupan zaman sekarangk ini sangat indentik dengan gaya hidup dunia barat, yang selalu mengikuti kehidupan yang trend sesuai dengan perkembangan zaman. Misalnya, zaman sekarangyang trend yaitu, dalamhal berpakaian.Pakaian zaman sekarang telah dirancang menjadi berrmacam-macam model dari gaya yang simple hinggagaya yang mewah. Terkhususny auntuk pakaian perempuan.

Di zaman sekarang ini popular dengan sebutan zaman now. Banyak perancang dari kalangan laki-laki dan perempuaan  yang  merancang pakaian. Akan tetapi, mengapa masih banyak pakaian perempuan yang masihterbuka/you can see biasa disebut dengan pakaian yang kekurangan kain dan pakaian belum selesai dijahit. Semua itu, disebabkan kurangnya perancang pakaian perempuan dari kalangan perempuaan yang muslimah.

Disebabkan halitu, banyaknya pakaian perempuan yang tidak sesuai dengan syariat islam. Karena, perancangnya tidak memahami bagaimana pakaian perempuan muslimah yang telah disyariatkan dan ditetapkan oleh Allah Swt dalam Al-Qur’an danSunnahtullah

Gaya Hidup Syar’I , Sebab Tuntutan Zaman.

Zaman sekarang ini popular dengan sebutan zaman now yang trend dengan gaya hidup syar’i. Para hijabers ramai bermunculan, remaja bergamis sudah semakin banyak dan kerudung syar’i juga telah banyak  yang  mengenakannya. Namun, gaya hidup berhijab itu dilakukan bukan karena ajaran syariat agama islam, melainkan karena tuntutan mengikuti trendnya zaman. Padahal, dalam islam manusia hidup dengan aturan yang telah ditetapkan. Allah telah menciptakan manusia lengkap dengan kitab panduan, yaitu Al-Qur’an dan Sunnatullah.

Berpakaian yang syar’I merupakan kewajiban bagi setiap muslimah, bukan hanya dijadikan sebagai gaya hidup trend yang mengikuti perkembangan zaman. Banyak yang mengatakan, saya ingin memperbaiki akhlak dan sifat dulu, lalu berpakaiansyar’i, jika memakai pakaian syar’I segala aktivitas bisa terbatasi. Padahal, memakai pakaian syar’I dapat melindungi kehormatan bagi kaum perempuan. Akan tetapi, masih banyak yang menjadikan pakaian tersebut sebagai gaya hidup agar tampil keren.

Model pakaian zaman sekarang ini sangat banyak, mulai dari pakaian model yang terbuka hingga model pakaian yang tertutup. Kebanyakan perempuan zaman sekarang memakai baju yang transparan, lengan bajunya kependekan, bajunya memperlihatkan lekuk tubuh, baju yang jangkis, roknya transparan dan roknya terbelah hingga betis. Bahkan, masih ada yang memakai celana levis yang sobek-sobek.

Ada yang memakai hijab, tapi tidak menutupin bagian dada. Ada yang memakai hijab, akan tetapi bajunya transparan. Semua itu sama saja seperti mereka tidak menggunakan baju. Dan itu semua penyebab adanya pelecehan seksual terhadap perempuan dan adanya pemerkosaan yang  terjadi di mana- mana. Sebab, semua itu tidak mungkin terjadi, apabila kita menggunakan pakaian yang bisa menjaga dan melindungi kita dari pikiran-pikiran licik orang yang  jahat  di dunia  yang  fanaini.

Banyak juga perempuan zaman sekarang telah memakai pakaian syar’i. Sebab, zaman telah berkembang dan munculnya pakaian-pakaian modern yang baru, mereka rela meninggalkan pakaian syar’inya. Semua itu disebabkan, mereka menggunakan pakaian syar’I karena mengikuti tuntutan zaman now, bukan karena mengikuti tuntutan dan ajaran agama islam yang telah Allah tetapkan dalam kitab sucinya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnnatullah.

Banyak cara untuk menghindari hal tersebut yaitu pertama, memperbaiki niat dalam hati untuk memakai pakaian muslimah atau tertutup semata-mata untuk menjalankan perintah-Nya, agar diri tidak mudah goyah dengan adanya perubahan model pakaian di zaman now ini. Kedua, marilah memakai pakaian yang sopan dan menutupi aurat, yang bisa menjaga keamanan dan terlindungi dari orang-orang yang memiliki maksud jahat. Ketiga, janganlah menggunakan pakaian syar’i untuk mencari sebuah ketenaran dan kepopuleran, janganlah juga menggunakannya untuk pemborosan dan penyombongan. Keempat, janganlah memakai wangi-wewangian dan janganlah mengikat rambut muse tinggipun ukunta, karena hal itu dapat menyebabkanmu tidak dapat mencium bau surga.

Segala ibadah dan pekerjaan yang ada di muka bumi ini harus dilakukan dengan hati yang ikhlas, tekad, sabar, usaha dan tawakkal. Jika segala pekerjaan dilakukan dengan niat yang baik. Maka, ibadah maupun pekerjaan tersebut akan menjadi terasa lebih ringan, mudah dan berkah. Ingatlah, perempuan itu merupakan perhiasan dunia. Apabila perempuaan rusak maka dunia ini pun juga dan pasti akan rusak. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan  Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Walisongo Semarang. Wasekum PTKP HMI Komisariat FITK Korkom Walisongo  Semarang.

Berita Terkait

 





Baca Juga