Budaya  

Korps Musik Kraton Yogyakarta Akan Meriahkan Gerakan Indonesia Raya Bergema

YOGYAKARTA – Kelompok abdi dalem musikan dijadwalkan turut memeriahkan acara gerakan Indonesia Raya Bergema bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tepat pada moment Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 jam 09.00 WIB mendatang.

Kelompok abdi dalem musikan akan menggelar pentas dari Kagungan Dalem Bangsal Mandalasana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhomardowo Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Notonegoro mengungkapkan Pentas Musikan Mandalasana rutin digelar bertepatan dengan peringatan hari-hari besar nasional. Khusus momen Harkitnas tahun 2021 ini sekaligus turut memeriahkan gerakan Indonesia Raya Bergema yang dicanangkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, 

“Kami di Kraton nantinya juga akan merelay live streaming pidato Ngarsa Dalem yang disiarkan dari Kepatihan,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (15/05/2021).

Notonegoro menjelaskan, keberadaan abdi dalem musikan sebagai korps musik barat Kraton Yogyakarta diketahui sudah ada sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921 – 1939). Namun di periode berikutnya sempat mengalami vakum selama beberapa dekade. Pada masa lalu abdi dalem musikan tampil untuk keperluan seremonial dan hiburan dalam acara-acara yang melibatkan pemerintah kolonial serta  tamu-tamu kerajaan yang berkunjung ke Kraton.

“Dua tahun terakhir keberadaannya dihidupkan kembali untuk melengkapi sajian budaya bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kraton Yogyakarta. Para pemusiknya terdiri dari sejumlah abdi dalem, akademisi maupun pelaku seni yang berkecimpung dalam dunia musik. Kemunculan kembali abdi dalem musikan disambut antusias publik,” ujarnya.

Menurutnya, Jejak historis eksistensi abdi dalem musikan salah satunya dapat dilacak dalam toponim nama kampung. Di sisi timur persis pagelaran Kraton terdapat nama kampung Musikanan. Pada masa lampau kampung tersebut ditempati oleh para abdi dalem musikan yang tergabung dalam sejumlah kelompok korps musik Kraton.

Pencanangan gerakan Indonesia Raya Bergema dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan rencananya disiarkan secara live streaming lewat sejumlah kanal media sosial antara lain melalui Humas Pemda DIY, Dinas Kominfo DIY dan Kraton Yogyakarta. Dengan demikian, masyarakat luas dapat menyimak dan mengikuti rangkaian acara yang diharapkan menjadi awal gerakan pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara kontinu sekali setiap pagi di ruang-ruang publik. 

“Gerakan Indonesia Raya diinisiasi oleh jaringan aktivis kebangsaan lintas kalangan For You Indonesia dan mendapatkan dukungan dari stakeholder, mulai Gubernur, para rektor perguruan tinggi,  dunia usaha, kalangan artis nasional, tokoh-tokoh masyarakat dan sektor swasta lainnya. Beberapa pekan lalu For You Indonesia melakukan survey dan hasilnya 95% lebih masyarakat menyetujui Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan di ruang-ruang publik secara kontinu,” ujarnya. 

Pembina For You Indonesia Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyampaikan gerakan kebangsaan harus terus dihidupkan oleh seluruh lapisan masyarakat demi menjaga tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. 

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, GKR Hemas mengatakan ia telah berkeliling dan mengunjungi banyak daerah di Indonesia dan menyaksikan betapa bangsa Indonesia sangat kaya dengan ragam etnis, suku, agama, bahasa, dan adat budaya. 

Keanekaragaman ini harus dikelola dengan baik didasari oleh kesadaran untuk senantiasa rasa hormat menghormati antar satu dengan yang lain. Tidak perlu lagi mempersoalkan istilah mayoritas atau minoritas, semua sama posisinya sebagai warga negara yang memiliki hak dan kedudukan sama di depan hukum, terangnya.

“Semangat menjaga dan mencintai Indonesia itu salah satunya dapat terpelihara dengan mengingat dan meresapi setiap kata dalam syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya,” tuturnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.