Pengacara Terdakwa Kasus Penganiayaan Direktur Galang Press Nilai Dakwaan JPU 'Asal'


Mirzen. Foto:Baharuddin

SLEMAN - Kasus dugaan penganiayaan dan pengerusakan di rumah Direktur Galang Press, Julius Felicianus beberapa waktu lalu, memasuki babak baru.

Kasus yang menyeret nama aktivis ormas Islam, Abdul Kholik sebagai terdakwa, mulai disidangkan hari ini, Senin (18/08/2014) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Agenda sidang perdana tersebut dengan agenda pembacaan  dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kuasa hukum terdakwa, Mirzen, SH menilai dakwaan JPU terkesan 'asal' atau tidak berdasarkan fakta hukum yang sebenarnya. Selain itu, kata Mirzen, Julius Felicianus tidak dimasukkan ke dalam pemberkasaan pemeriksaan sebagai saksi korban dalam kasus ini dan tidak pernah diperiksa.

"Kami sebagai kuasa hukum dari terdakwa, sangat keberatan dengan dakwaan JPU karena tidak memasukaan nama Julius sebagai saksi korban dan tidak pernah diperiksa. Dakwaan yang disusun oleh JPU itu, asumsi kah, kliping koran kah atau berdasarkan apa" tegas Mirzen, SH, salah satu kuasa hukum dari terdakwa, Abdul Kholiq, kepada jogjakartanews.com seusai sidang.

Bahkan, Mirzen beserta para kuasa hukumnya heran dan bertanya-tanya soal nama Nur Kholid yang muncul dalam dakwaan JPU.

"Kami juga sudah tanya kepada klien kami soal nama tersebut (Nur Kholid-red), namun klien kami mengaku tidak mengenal nama itu," ujar Mirzen yang sempat mencalon diri sebagai anggota legislatif dari Partai NasDem pada pemilihan umum legislatif  April 2014 lalu.

Lebih lanjut Mirzen berharap, kepada majelis hakim yang menyidangkan kasus ini dapat mengabulkan permohonan soal penangguhan penahanan terhadap terdakwa.

"Seharusnya majelis hakim mengabulkan permohonan kami," harapnya.

Pantauan jogjakartanews.com, sidang perdana kasus dugaan penganiayaan terhadap direktur galang press tersebut mendapat penjagaan ketat aparat dari polri dan TNI. Belasan pendukung terdakwa juga datang memenuhi ruang sidang. (bhr)

Redaktur: Rudi F

 

Berita Terkait

 





Baca Juga