Kamis, 05/10/2017 11:15 WIB | Dibaca: 470 kali

Ketua IKAL DIY: Harmonisasi TNI-Polri Inti Kekuatan Negara Berdaulat


Ketua IKAL Komisariat DIY, Sugiyanto Harjo Semangun. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Ancaman perpecahan bangsa yang kembali mencuat akhir-akhir ini mendapat perhatian serius Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebagai upaya menguarai problem tersebut, IKAL DIY terus berpartisipasi aktif mempererat hubungan seluruh komponen bangsa di DIY.  

Menurut Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, diantara simpul kekuatan yang menyatukan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya adalah TNI-Polri. Sebab, kata dia, TNI dan Polri adalah pilar utama dalam menjaga keamanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun demikian Sugiyanto mengingatkan bahwa TNI dan Polri berasal dari rakyat dan harus kembali ke Rakyat.

“Sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan pertahanan NKRI terintegrasi dengan lembaga negara lainnya, termasuk IKAL di dalamnya. Semuanya itu bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pembangunan nasional yang telah digariskan sebagai latar belakang terbentuknya NKRI, yaitu masyarakat adil dan makmur, ” ungkap Sugiyanto kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (05/10/2017).

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) ini menjelaskan, IKAL Komisariat DIY mengartikulasikan TNI, dan Polri sebagai tali simpul persaudaraan dengan memperkuat soliditas, menjaga keutuhan NKRI di tengah-tengah dinamika situasi yang turun naik akhir-akhir ini. Model artikulasi tersebut, kata dia,  sudah dimulai IKAL dengan penguatan rajutan hubungan masyarakat dengan TNI - Polri di Kota Yogyakarta.

“Dengan silaturahmi tersebut, kami berharap dapat menjadi contoh dan teladan bagi kota-kota di provinsi lain,” harap Sugiyanto yang pernaih mengenyam pendidikan tinggi di Inggris.

Terkait sistem pertahanan semesta yang melibatkan semua elemen bangsa, Sugiyanto menjelaskan hal itu sebagaimana gerilya yang diperkenalkan Jenderal Abdul Haris Nasution dan menjadi rujukan beberapa sekolah militer di dunia.

“Ini menunjukkan betapa efektifnya konsep pertahanan semesta dengan menyatukan seluruh kekuatan yang ada pada masyarakat dan alam sekitarnya. Harmonisasi tersebut terbentuk karena mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat secara penuh. Untuk itulah rajutan hubungan antaran TNI - Polri dan masyarakat harus tetap terjalin, menyatu sebagai satu simpul kekuatan nasional,” tandas alumni Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) PPSA 17 ini.

Lebih lanjut Sugiyanto meguraikan, dinamika politik bisa saja berubah dan masyarakat terpolarisasi menjadi kelompok-kelompok tertentu. Dalam negara demokrasi, kata dia, hal tersebut dapat dimaklumi. Akan tetapi menurutnya prinsip dasar yang harus dikedepankan adalah bahwa kita adalah satu sebagai bangsa dan negara.

“Perbedaan mendasar sudah kita akui baik dari perbedaan suku, agama, ras, bahasa daerah, nilai kearifan lokal, dan lain sebagainya. Tapi perinsipnya kita adalah satu sebagai Bangsa Indonesia," tegasnya.

Sugiyanto optimistis, berbagai permasalahan yang muncul akan terselesaikan dengan baik jika simpul tersebut tetap kuat dan utuh, untuk tetap fokus pada kepentingan nasional. Sugiyanto mengutip amanat Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.

“Apa yang dituturkan Pangsar Jenderal Soedirman tersebut dapat dimaknai bahwa kemerdekaan akan tetap kita pertahankan dan tidak akan dapat dilenyapkan oleh siapapun jika simpul persaudaraan rakyat dengan TNI - Polri terjalin kuat. Harmonisasi hubungan antara TNI-Polri adalah inti kekuatan negara yang berdaulat,” katanya.

“Semoga dalam momentum HUT TNI ke 72 ini, harmonisasi simpul-simpul utama pertahanan semakin kuat, sehingga mampu menata sekaligus menjaga peradaban antara hubungan masyarakat dengan negaranya. Di mana hukum sebagai hasil kesepakatan bersama menjadi panglima,” tutup Sugiyanto Harjo Semangun .  (kt1)

 

Redaktur: Ja'faruddin. AS


 





Baca Juga