Sabtu, 02/01/2021 23:12 WIB

Sempitnya Imajinasi Membangun Kerajaan Dunia Atas Nama Agama

Oleh: M. Faisal Anwar* Betapa hebatnya Rosulullah, Muhammad SAW. Beliau menyuapi orang buta dengan tangannya sendiri. Padahal orang buta itu kesehariannya kerap mencaci maki Rosulullah. Ketika manusia suci yang memimpin ummat peduli pada gembel jalanan yang bodoh lagi buta, meski berperangai buruk, itulah diantara contoh tingkat kemanusiaan yang sempurna. Ia tak lalai dengan penderitaan rakyat di pelupuk...
Kamis, 29/10/2020 18:54 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw: Meneladani Sosok Berpengaruh di Dunia

Oleh: Mukharom* Peringantan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 1442 H terasa berbeda, dikarenakan adanya wabah virus corona yang menerpa hampir di seluruh dunia. Dampaknya sangat terasa di semua aspek kehidupan, tidak hanya ekonomi, sosial, pendidikan, politik saja, namun hal yang sangat fundamental pun terkena akibatnya, yaitu agama, mulai dari ditutupnya tempat ibadah sampai larangan mengadakan kegiatan...
Jumat, 16/10/2020 11:02 WIB

Isbat Nikah dan Urgensi Pencatatan Perkawinan

Oleh : Afif Zakiyudin* Perkawinan adalah sebuah ikatan atau akad yang kuat antara pria dan wanita. Kesadaran akan ikatan ini berdampak signifikan dalam upaya mewujudkan hubungan suami istri yang bahagia dan kekal berdasarkan syariat Islam. Karenanya dalam melangsungkan pernikahan kedua calon mempelai perlu mengetahui dengan baik prosedural akad nikah baik menurut hukum Islam maupun aturan hukum...
Kamis, 20/08/2020 10:47 WIB

Memaknai Tahun Baru Islam di Masa Pandemi Covid 19

Oleh: Mukharom* Memasuki awal bulan Muharram 1442 Hijriyah, kita sambut dengan suka cita, hal ini merupakan penanda pergantian tahun baru hijriyah, di mana ummat Islam di seluruh dunia memperingati dan merayakannya. Peristiwa besejarah yang memiliki makna untuk kita teladani dan aplikasikan dalam kehidupan, baik peristiwa hijrahnya Nabi sampai pada penetapan kalender hijriyah yang berlaku sampai sekarang. Hijrahnya...
Senin, 13/07/2020 14:30 WIB

Paku Dulang Paku Serepih, Mengata Orang Dia Yang Lebih

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-6 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)**   Adat Melayu punya pantun dua kerat untuk menyindir seseorang yang tidak bisa jadi contoh yang baik: Paku dulang paku serepih,// mengata orang dia yang lebih.// Tidak pantas dicontoh, tentu tidak pantas pula mewariskan tunjuk ajar kepada generasi berikutnya. Untuk melahirkan manusia bertuah sebagai cita-cita ideal, orang...
Senin, 06/07/2020 09:16 WIB

Ya Kata Syarak, Ya Kata Adat

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-5 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)**  Orang Melayu sudah mengunci tunjuk ajarnya pada posisi wajib tunduk dan patuh pada ajaran syariat Islam sebagaimana dikatakan Ya kata syara’, ya kata adat,// Tidak kata syara’, tidak kata adat.// Dan karena adat/tunjuk ajar sudah diamankan oleh syara’, maka ketika orang Melayu mengikuti ajaran tunjuk ajar,...
Selasa, 30/06/2020 17:07 WIB

Menakar Potensi Dispensasi Nikah Pasca Revisi UU Perkawinan

Oleh : Afif Zakiyudin Menikah merupakan ketentuan yang diajurkan oleh Rasul Saw dan termasuk dari sunah-nya, secara tegas Rasul Saw menyebutkan bahwa siapa saja yang tidak mengikuti bukan termasuk dari ummatnya. Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha...
Senin, 29/06/2020 09:47 WIB

Syarak Mengata, Adat Memakai

Oleh : Drs. Mustari, H.Hum* (Bagian-4 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)** Orang Melayu mendudukkan tunjuk ajar pada tratak yang tinggi dan penting, yakni posisi ketiga setelah al-Quran dan Sunnah Nabi, sebagaimana disebutkan dalam semboyan Melayu: Adat bersendi syara’//syara’ bersendikan kitabullah.// Adat terefleksi dalam tunjuk ajar, tunjuk ajar bertopang kepada sunnah, sunnah bersumber dari kitabullah. Posisi tiga serangkai...
Minggu, 21/06/2020 19:14 WIB

Ingin Cukup Ajar, Amalkan Tunjuk Ajar

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-3 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)** Meluahkan perasaan dengan gaya bahasa puitis adalah milik orang Melayu, di mana pun mereka berada. Ini adalah warisan nenek moyang mereka. Budaya sudah mewariskannya, tinggal mengasah ketrampilan tiap individu. Mengapa orang Melayu sangat senang ungkapan puitis? Jawaban ada di sekerat pantun berikut: Yang lurik itu kendi,//...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11