Minggu, 12/01/2020 03:45 WIB

Orang Biasa

Cerpen: Esti Yaani Aku orang biasa. Bukan orang yang memiliki cita-cita besar namun terhalang oleh berbagai macam rintangan. Percayalah kalimat kedua itu adalah pujian. Aku orang biasa. Aku bukan wanita yang cantik, namun aku bersyukur masih diberi keluarga dan teman yang mencintaiku. Aku bukan dari keluarga yang berkecukupan, namun aku sangat bersyukur karena Sang Pencipta mengizinkanku menamatkan...
Rabu, 01/01/2020 22:09 WIB

Akal-Akalan Kadal: Menagih Janji Menuai Benci

Fabel By: Dul Waras Suatu ketika, di hutan Indoaisen, dua kelompok melata, yaitu Biawak dan Komodo saling sindir. Itu setelah Sesepuh Komodo menagih janji Yang Mulia Kadal, Raja Hutan yang tinggal di istana dekat sebuah comberan luas. Sesepuh Komodo dengan berapi-api menagih janji di tengah lautan massa kelompoknya, sembari mengkritik habis-habisan rezim Kadal, "Dulu menterinya Kadal sudah janji...
Senin, 30/12/2019 23:20 WIB

Seteru Abadi Jangkrik dan Tonggeret: Genosida Bangsa Garuda

Fabel by: Dul Waras   Riuh di Hutan Indoaisen tak pernah padam. Ada saja yang menjadi pemantik keributan. Berbabak-babak, seolah tak pernah kehabisan stok isu.   Jangkrik, Tonggeret, Kodok, Kelelawar dan aneka binatang yang mengaum, menggonggong, berdecak-decak, hingga melengking. Semua bersuara mencipta bahana disharmoni di angkasa yang kian sumpek dengan mega- mega pekat.   ...
Jumat, 27/12/2019 20:59 WIB

Endemis Bangsa Jajahan: Caci dan Dukung Tanpa Juntrung

Fabel Oleh: Dul Waras Nun, di belantara hutan bernama Indoaisen, selama ratusan tahun Badak, Banteng, Pukang, Anoa yang endemis asli, hidup dengan tenang nan damai. Tak ada ribut soal suku, ras, agama dan golongan. Terlebih, ribut soal makanan. Nggak bingits. Yup, Indoaisen memang gemah ripah loh jinawi. Segala apa ada. Tak heran jika ada yang menjulukinya miniatur...
Senin, 16/12/2019 20:33 WIB

Sistem Baku Negara Tikus: Menyemai RADIKALISME Tumbuhkan BEBALISME

Fabel Oleh: Dul Waras Syahdan, seekor Tikus Rumah, sebut saja Tirum, Berdebat dengan Tikus Sawah, sebut saja Tiwah. Keduanya memperdebatkan bentuk dan sistem tempat tinggal atawa sistem negara. Tirum berpendapat, Tikus seharusnya membuat tempat tinggal di rumah- rumah manusia, karena dekat dengan sumber makanan. Sistemnya musti rumahan, bukan sawahan. Sementara Tiwah berpendapat beda.Tikus seharusnya di sawah karena dekat...
Kamis, 28/11/2019 20:10 WIB

Eksistensi Binatang dalam Perspektif Al Quran

Oleh : Deta Novitasari Jayanty* Indonesia adalah negeri kaya raya akan sumber daya alam seperti tumbuh-tumbuhan, binatang dari berbagai spesies yang hidup di bumi ini. Sudah menjadi tugas manusia untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini agar tetap lestari. Namun, didapati bahwa masih saja banyak masyarakat yang memburu binatang termasuk langka sekalipun hanya untuk memuaskan keserakahan semata. Terdapat...
Rabu, 13/11/2019 19:16 WIB

Dandelion: Saksi Derap Langkah Kita

Oleh: Lainy Ahsin Ningsih Dengan sedikit penyesalan, aku merutuki ketelodoranku pagi ini. Terlambat berangkat ke sekolah dengan mata pelajaran pertama Fisika merupakan kesalahan bsar. Tidak ada pilihan lain. Aku harus merelakan waktu istirahatku di UKS. Bukan untuk beristirahat, melainkan membersihkannya. Ketika kakiku melangkah memasukinya, hanya helaan napasku yang dapat mewakilkan kondisi ruangan 2*4 M itu. Tanpa...
Kamis, 07/11/2019 01:29 WIB

Mempertanyakan Apakah Cinta Petaka atau Anugerah

Oleh : Naila Aulia* Cinta merupakan fitrah mutlak bagi setiap insan. Perlu diketahui bahwa cinta memiliki dua sisi yang berbeda, terkadang ia berwujud suatu anugerah yang mampu membimbing kita menuju surga illahi. Namun,  ia juga sanggup bertransformasi menjadi petaka  yang sanggup menjurumuskan pelakunya kedalam liang dosa, bahkan ulama sekalipun. Sebut saja Barsisho, seorang ahli ibadah yang...
Selasa, 05/11/2019 19:33 WIB

Sejarah Perjuangan Sayyid Quthb Dalam Menulis Tafsir Fi Zhilalil Quran

Oleh : Aditia Firmansyah* Sayyid Quthb mulai mempelajari Al-Qur’an sedari kecil, sebuah kewajaran bagi seorang anak yang hidup pada lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Ibunya, seorang perempuan yang memiliki andil besar pada lahirnya karya-karya besar Sayyid Quthb terutama Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an.Ia menjadi motifator dan sumber inspirasi terbesar bagi Sayyid Quthb dalam berkarya. Sebelum menulis Tafsir Fi...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7